Anggota DPRD Banting Meja, Kesal Bupati Tidak Ikut Rapat

Anggota DPRD Banting Meja, Kesal Bupati Tidak Ikut Rapat

Rapat pembahasan penanganan Covid-19 antara Anggota DPRD Maluku Tengah bersama tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berlangsung ricuh.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sukri Wailissa mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas pemerintah.

Dalam video berdurasi 3:44 menit ini, terlihat Sukri tiba-tiba melempar sejumlah dokumen dan membanting beberapa meja kursi. Dia kesal karena Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua beberapa kali tak pernah hadir dalam pembahasan penanganan kasus virus corona.

Sukri juga mengaku kesal karena menilai Pemkab Malteng tak serius menangani penyebaran wabah corona di daerah Maluku Tengah.

“Saudara Bupati tidak ikhlas dan menyampingkan masalah ini. Kalau saudara Bupati ikhlas pasti tidak mungkin langkah yang dilakukan seperti ini. Hari ini kita sudah melakukan pertemuan seperti ini sebanyak tiga kali. Tapi apa hasilnya dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, buang-buang energi,” ujar Sukri.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah Kace Haurisa dan dihadiri Sekda serta sejumlah perangkat daerah itu ricuh dan membuat rapat ditunda.

Hasil Tes Pasien Covid-19 Keliru, Ini Kata Jubir GTPP Kota Palopo

“Kita datang ke sini tahu regulasi, kita dipanggil gugus ke sini bukan untuk bicara yang main-main, tapi bagaimana kita mencari solusi dan menjawab apa yang menjadi harapan bagi masyarakat pimpinan,” ketus Sukri.

Sukri meminta Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, dihadirkan dalam rapat-rapat pembahasan penanganan corona.

“Lembaga ini tidak dihormati sekali sang Bupati pimpinan. Tiga kali kita lakukan pertemuan tapi hasilnya apa? Kita juga cape pimpinan. Tiap saat kita dihubungi oleh masyarakat. Handphone terus ditelepon, jadi tolong pimpinan buka mata dan buka hati,” katanya.

Dia mengatakan kemarahannya karena merasa kesal. Ia juga meminta agar rapat seperti ini tak lagi digelar karena tidak membuahkan hasil.

“Kalian takut Bupati tak kasih proyek? Kalau begini mari kita buka-bukaan saja, boleh kita utamakan kita punya kepentingan, tetapi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat,” katanya.(red)

Read Previous

Transferan Rp600 Ribu dari Himbara, Ternyata Ini Peruntukannya

Read Next

Walikota Palopo Terima CSR Bank Sulselbar Rp75 Juta

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *