Bangunan Pasar Senilai Rp9,1 M Terbengkalai, Bupati Inisiatif Jadikan Sebagai Pasar Hobi

 Bangunan Pasar Senilai Rp9,1 M Terbengkalai, Bupati Inisiatif Jadikan Sebagai Pasar Hobi

Bangunan Pasar di Luwu Timur Senilai Rp9,1 M Terbengkalai, Bupati Inisiatif Jadikan Sebagai Pasar Hobi

Pasar Niaga Malili akan dijadikan sebagai pasar hobi. Keputusan ini diambil Bupati Luwu Timur H. Budiman saat meninjau pasar yang terkesan terbengkalai. Kondisi bangunan kotor dan tidak terurus.

“Kita semua ikut menanggung dosa kalau dibiarkan pasar ini terbengkalai,” kata H. Budiman dihadapan kepala OPD yang turut mendampinginya seperti Kadis Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dagkop & UKM ) Hj. Rosmiyati Alwy dan Plt. Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Senfry Oktavianus .

Karenanya, Bupati meminta OPD terkait untuk segera membenahi untuk kemudian diaktifkan kembali sebagai sarana jual beli.



“Kadis PUPR segera kerahkan teman teman yang tidak punya kegiatan penting bersama sama membersihkan tempat ini, kita libatkan juga Satpol PP dan petugas kebersihan” perintah Bupati kepada Plt. Kadis PUPR Luwu Timur Senfry Oktavianus.

Dirinya juga meminta kepada yang diberi tanggung jawab dalam hal ini pengelola pasar untuk ditata dan dikelola dengan baik. “Tidak boleh aset seperti ini biarkan terbengkalai, saya bertanya ini, sanggup atau tidak (kelola). Kalau tidak sanggup banyak orang (pengganti),” ketus Budiman kepada pengelola Rahman.

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Bupati, Pengelola Pasar, Rahman menjawabnya masih sanggup mengelola pusat niaga ini.

“Kita jangan langsung berharap ramai, tapi bertahap. Perlu ada daya tariknya ini pasar, supaya orang bisa datang, makanya saya berinisiasi menjadikan pusat niaga ini menjadi pasar hobi,” ujar H Budiman.

Menurutnya, pasar hobi dimanfaatkan pedagang hewan untuk menjual hewan peliharaannya. Juga dimanfaatkan warga untuk sekedar refreshing melihat jenis hewan peliharaan.

Sebagai informasi, Pasar ini memiliki kios sebanyak 64 kios dibangun tahun 2016 menelan dana APBN Rp 9,1 milliar. Pasar ini diresmikan pada bulan Februari tahun 2018 dan sempat beroperasi, namun hanya beberapa hari saja.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak