Banyak yang Mulai Gila, RSUD Batara Guru Rencana Tambah Gedung Perawatan

 Banyak yang Mulai Gila, RSUD Batara Guru Rencana Tambah Gedung Perawatan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) tahun 2020 dengan penerapan protokol Kesehatan secara ketat


Banyak yang Mulai Gila, RSUD Batara Guru Rencana Tambah Gedung

Angka kesakitan terkait gangguan jiwa yang ada pada wilayah kabupaten Luwu makin meningkat. Terbukti, ruang khusus perawatan jiwa yang RSUD Batara Guru saat ini tidak dapat lagi menampung jumlah pasien.

Karenanya, saat sedang memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) tahun 2020, Direktur RSUD Batara Guru, dr Daud Mustakim mengungkapkan, rencana untuk menambah 1 banguanan gedung. Nantinya gedung baru ini akan berfungsi sebagai ruang perawatan kesehatan jiwa.

Rencana ini juga sesuai dengan kondisi SDM yang ada saat ini pada RSDU Batara Guru. RSUD kebanggaan masyarakat Luwu ini sudah memiliki 2 dokter spesialis Kejiwaan yang berstatus ASN.


Basmin Beri Apresiasi Atas Rampungnya APBD-P 2020

Sekedar ketahui, pada masa pandemik Covid-19, dengan penerapan protokol Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa memperingati HKJS 2020. Kegiatan ini terlaksana secara sederhana pada ruang Amarilis Perawatan Jiwa.

Peringatan HKJS 2020 oleh tim kesehatan jiwa RSUD Batara Guru Belopa ini d|laksanakan pada hari Sabtu kemarin ini. Kemudian rangkaian kegaiatan selanjutnya dalam bentuk lomba melukis, mewarnai, mengaji dan menyanyi.

Salah satu dokter Specialis Kejiwaan RSUD Batara Guru, dr Yuliana Azisdr mengatakan, peringatan HKJS tahun 2020 ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap orang dengan gangguan jiwa secara global. Yang mana tujuannya adalah menghormati hak-hak orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta meningkatkan upaya kesehatan jiwa secara optimal.

Basmin Instruksikan Kepala OPD Bergerak Cepat

‚ÄúTetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan jiwa dimasa pandemi covid 19, semoga kedepannya kita dapat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, meninggalkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa,” kata dr Yuliana Azis

Bersama kita bisa membantu pemulihan pasien dengan gangguan jiwa. Sehat jiwa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Banyak yang Mulai Gila.(ikp)

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *