Bawaslu Temukan Pelanggaran Saat Pendaftaran Pilkada Serentak

 Bawaslu Temukan Pelanggaran Saat Pendaftaran Pilkada Serentak

Bawaslu


Bawaslu Temukan Pelanggaran Saat Pendaftaran Pilkada Serentak

Komisioner Bawaslu RI, Fritz Siregar di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 7 September 2020 menyebut 243 bakal pasangan calon dari 687 bakal pasangan calon yang mendaftar di Pilkada serentak 2020 melanggar protokol kesehatan.

Data tersebut diungkapkan Fritz setelah pihaknya mengawasi tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah di Pilkada 2020 yang dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 4 hingga 6 September kemarin.

“Sampai hari ini, hari pertama kami data ada 141 bapaslon langgar protokol kesehatan, lalu hari kedua ada 102 pelanggaran sehingga total 243 itu data yang kami dapat,” kata Fritz.



Dugaan Oknum Bawaslu Luwu Rangkap Jabatan, Ahli: Langgar Hukum, Etik dan Sumpah

Olehnya itu, Fritz meminta Mendagri hingga TNI-Polri bertindak tegas atas pelanggaran tersebut.

“Ini tantangan bersama. Kita telah sepakat mengadakan Pilkada tapi proses pendaftaran ada 687 paslon. Atau setengahnya 243 tidak patuh pada protokol kesehatan saat datang ke KPU,” kata Fritz.

Data dan Fakta Seputar Pendaftaran Pilkada Serentak 2020

“Ini PR besar bagaimana menjalankan Pilkada dengan menerapkan protokol kesehatan, ini bukan hanya tugas KPU-Bawaslu tetapi juga tugas Polri-TNI, satpol PP dan Mendagri dan Satgas COVID lebih tegas untuk bisa melaksanakan Pilkada,” tutur Fritz.

Senada dengan itu, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, mengatakan pelanggaran protokol kesehatan yang gamblang dipertontonkan para kandidat di Pilkada, harus ditindak tegas. Bawaslu Temukan Pelanggaran

“Ketika protokol kesehatan nyata-nyata dilanggar, harusnya KPUD dan Bawaslu jangan segan-segan meminta bantuan dari Satpol PP untuk menjaga ketertiban. Termasuk meminta bantuan dari prajurit TNI-Polri yang ditugaskan menegakkan protokol kesehatan di ruang publik,” kata Bambang.

Legislator dan ASN Maju pada Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Selatan, Berikut Nama-namanya

Bambang memprediksi, kecenderungan pelanggaran protokol kesehatan akan lebih besar saat masuk ke tahapan kampanye Pilkada selama 71 hari. Terhitung mulai tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020.(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak