Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia, Rapid Test Negatif, Hasil Swab Belum Keluar

Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Ir Aptripel Tumimomor, MT dilaporkan meninggal dunia. Di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kamis (2/4) malam sekira pukul 23.45 Wita. Sebelumnya sempat dirawat dua hari di rumah sakit tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Morowali Utara mengenai berita duka ini. Namun Karo Humas dan Protokol Pemprov Sulteng Haris Kariming di Palu membenarkan kabar dukacita itu.

Sebelumnya, Bupati sempat dicurigai terjangkit virus Corona. Hal ini diungkapkan dalam jumpa pers Sekda, Kadinkes, dan Direktur RSUD Kolonodale yang menjelaskan kondisi kesehatan Bupati Morowali Utara (Morut), Ir Aptripel Tumimor.

Pasalnya, Ipe, sapaan akrab Aptripel, mengalami gejala mirip corona. Ada gangguan di bagian paru-paru. Ia kemudian dites dengan alat rapid test, hasilnya diketahui negatif.

Kondisi kesehatan orang nomor satu di Morut itu disampaikan langsung Sekda Morut Musda Guntur, didampingi Kadis Kesehatan Delnan Lauende, Direktur RSUD Kolonodale dr Daniel, dalam jumpa pers, Kamis 2 Maret 2020.

dr Daniel, yang menangani langsung Bupati, memberikan keterangan kronologis mulai dari awal kondisi kesehatan Bupati.

Ia menjelaskan, sehari sebelum dibawa ke RSUD Kolonodale, 31 Maret 2020, bupati mulai merasakan sakit.

Lalu ia berkesempatan bergegas ke rumah jabatan Bupati melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan di paru-parunya ada cairan.

“Bersamaan dengan itu, kami juga melakukan rapid rest untuk memastikan jika terjangkit covid-19, namun hasilnya negatif,” terang dr Daniel.

Saat itu, kata dia, diirinya menyarankan kepada Bupati untuk rawat inap di RSUD Kolonodale. Namun Bupati minta untuk sementara dirawat di rumah dulu, sambil menunggu perkembangan kesehatannya.

“Tindakan yang kami ambil hingga pukul 20.00 wita (Selasa 31 Maret) tetap kita therapy, berikan obat, dan dibantu dengan oxigen,” jelas dr Daniel.

Keesokan harinya, lanjut dr Daniel, Rabu 1 April 2020, pukul 06.30, ia kembali ke rujab untuk melakukan pemantauan perkembangan kondisi Bupati. Setelah diperiksa lagi, ternyata cairan dalam paru-parunya bertambah.

“Sehingga kami memutuskan untuk dirawat inap di RSUD Kolonodale, di ruang ICU untuk pemeriksaan lebih lanjut yang intensif, dan melakukan diagnosis klinis, ronsen dan pemeriksaan darah,” terangnya.

Hasilnya, banyak cairan di paru-paru kiri dan kanan, hingga 3/4 lapang paru-paru atau uden paru akut, yang kemungkinannya ada dua.

“Mungkin karena jantung atau mungkin bukan karena jantung, atau mungkin karena inveksi. Sementara fungsi darah baik, fungsi ginjal baik, dan lainnya juga stabil,” jelasnya.

Tak hanya sampai di situ, dr Daniel juga mengatakan, 1 April 2020, selama pemantauan kondisi kesehatannya, mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 wita, diputuskan dengan berkonsultasi dengan pihak manajemen RSUD Kolonodale. Pemda bersama pihak keluarga untuk dirujuk ke Makassar.

“Hari itu juga, sekitar pukul 16.00 wita, Bupati diberangkatkan ke Makassar dengan ambulance, via darat,” ujar dr Daniel.

Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Morowali Utara, Delnan Lauende, mengatakan, informasi yang ia terima, Kamis, dini hari tadi, 2 April 2020, ambulance yang membawa bupati, tiba di Makassar, di RS Siloam.

“Lalu berapa saat kemudian, dibawa ke RS Wahidin untuk penanganan medis yang lebih intensif untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Delnan mengatakan, sejak meninggalkan Kolonodale, kondisi Bupati stabil hingga dalam perjalanan sampai ke Mangkutana.

Bahkan kabarnya, Bupati duduk dalam ambulance. Delnan juga mengaku, menerima informasi kondisi Bupati dalam perjalanan mengambil rute Kolonodale, Pendolo, Mangkutana, Palopo dan tiba dengan selamat di Makassar.

Bupati Morowali Utara

Ir Aptripel Tumimomor dulunya berprofesi pengusaha itu terpilih menjadi bupati definitif hasil Pilkada pertama di Kabupaten Morowali Utara pada Februari 2016 Dan saat ini sedang mempersiapkan diri mengikuti Pilkada serentak 2020. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Read Previous

Listrik Gratis Tiga Bulan, Bisa Bertambah Kalau Corona Belum Tuntas

Read Next

Komunitas Sosial FKJ Brother Aksi “Bedah Rumah” Warga Ponjalae

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *