Enam Daerah Sulsel Bersih Virus Corona, Dewan Pakar IDI: Covid-19 Potensi Sembuh Sendiri

Enam Daerah Sulsel Bersih Virus Corona, Dewan Pakar IDI: Covid-19 Potensi Sembuh Sendiri

Dari 24 daerah yang ada di Sulawesi Selatan, tersisa Enam Daerah Sulsel Bersih Virus Corona

Virus Corona

Data yang di Update Pukul 14:11, Sabtu, 25 April 2020 oleh tim gugus tugas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, daerah tersebut masing-masing adalah, Sinjai, Kota Palopo, Bantaeng, Toraja Utara, Kepulauan Selayar dan Barru

Sementara daereah yang paling banyak terpapar Virus Corona adalah Makassar. Di daerah ibu kota provinsi ini, dari 1.219 yang terpapar corona, 319 diantarnya dinyatakan positif Corona.

Secara nasional, saat ini totalnya ada 8.211 kasus Covid-19 sejak diumumkan untuk kali pertama ada penularan virus corona di Indonesia pada 2 Maret 2020. Dari jumlah tersebut, 1.002 pasien dinyatakan sembuh dan 689 pasien meninggal dunia. 6.520 lainnya masih dalam perawatan.

Corona Bisa Mati Sendiri

Sementara itu, Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Abidinsyah Siregar dalam diskusi bertajuk “Ikhtiar Melawan Corona” yang digelar secara daring pada beberapa waktu yang lalu mengungkapkan bahwa virus corona yang menular ke tubuh individu berpotensi bisa mati dengan sendirinya.

Abidinsyah mengungkapkan, ini bisa terjadi jika telah melalui masa inkubasi virus 14 hari yang menyebabkan Covid-19 itu. Akan tetapi, sistem kekebalan imun individu yang telah tertular virus corona dipertaruhkan selama masa inkubasi 14 hari.

Abindinsyah menjelaskan proses yang terjadi saat tubuh terinfeksi virus corona. Hal paling penting, perilaku virus adalah mempertahankan kehidupan tergantung inangnya.

“Ada yang berinang di nyamuk, ada yang di burung, sekarang virus corona kan semestinya berinang di hewan yang sebelumnya menjadi inang, ” ujar Abidinsyah

” Tahan Pemudik 14 Hari “, Gubernur Sulsel Akan Penjarakan di Hotel

Dalam kondisi saat ini, virus corona ingin bertahan hidup di tubuh manusia. Kemudian, kata dia, yang disasar adalah paru-paru manusia. “Setelah menginfeksi, dengan cepat virus corona menyerang paru-paru sehingga ruang dalam paru-paru dikuasai. Hal ini menyebabkan individu gagal napas,” ucap Abidinsyah.

Proses ini terjadi sedemikian rupa. Selain itu, saat sudah menginfeksi, terjadi pertarungan antigen dengan antibodi di dalam tubuh. “Pertarungan itu akan terjadi seperti lomba sprint. Virus akan bertahan selama 14 hari. Kalau lewat, virus sudah kehabisan kemampuan bertahan, lalu mati sendiri,” ucap Abindinsyah.

Setelah itu, dia menyebutkan bahwa tubuh individu akan memunculkan kemampuan antibodi. “Akan tetapi perlu diingat bahwa selama 14 hari inkubasi tadi sistem imun tubuh dipertaruhkan,” kata Abindinsyah.

Dia pun mengingatkan bahwa saat ini belum ada obat dan vaksin untuk menyembuhkan atau mencegah Covid-19. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan masyarakat adalah menyingkirkan sumber penularan dengan orang-orang yang berpotensi tertular.

“Itu terpaksa kita lakukan dan hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang,” kata dia.(red)

Read Previous

Satu Warga Luwu Terpapar Virus Corona

Read Next

Pemerintah Siapkan Sagu sebagai Pengganti Beras

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *