Gedung Ruang Rawat Inap 1 Kamar 1 Pasien dan Ruang Operasi RSUD I Lagaligo Wotu akan Dibangun Tiga Lantai

 Gedung Ruang Rawat Inap 1 Kamar 1 Pasien dan Ruang Operasi RSUD I Lagaligo Wotu akan Dibangun Tiga Lantai

Bupati Luwu Timur, H Budiman


Gedung Ruang Rawat Inap 1 Kamar 1 Pasien dan Ruang Operasi RSUD I Lagaligo Wotu akan Díbangun Tiga Lantai

Pembangunan gedung ruang rawat inap satu kamar satu pasien dan gedung ruang operasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Wotu akan díbangun tiga lantai.

Setiap lantai akan díbangun 16 kamar.

Rencana anggaran biayanya akan dílakukan dalam dua tahap. Tahap satu pada tahun anggaran 2021 senilai Rp15 Miliar. Kemudian tahap dua pada tahun 2022 senilai Rp22,7 Miliar.



Selanjutnya, Pembangunan gedung ruang OK terdiri dari dua lantai dírencanakan akan membutuhkan anggaran senilai Rp 22 miliar. Khusus lantai dua akan díbangun tiga kamar operasi dan satu kamar operasi kecil.

Hal ini díungkap dalam ekspose rencana Pembangunan ruang rawat inap satu kamar satu pasien oleh PT Trimako Abdi Konsulindo.

Sementara untuk pembangunan gedung ruang operasi díekspose oleh PT Rancang Rencana Indonesia.

Bupati Luwu Timur H Budiman mengikuti ekspose terkait rencana pembangunan tersebut. Selain Bupati, juga díhadiri Wakil Ketua DPRD, HM Siddiq BM, Anggota DPRD, Mahading, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Hasbuddin, Perwakilan Kapolres, Direktur RSUD I Lagaligo Wotu, dr Benny dan beberapa OPD terkait.

Ekspose tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati, Selasa (25/05) pekan lalu.

Harus Sesuai dengan Desain Awal

Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu Timur, H Budiman mengharapkan agar ekspose pembangunan ruang rawat inap satu kamar satu pasien ini bisa segera díwujudkan untuk meningkatkan pelayanan RSUD I Lagaligo Wotu.

Dísisi lain, kata Budiman, pembangunan ruang rawat inap ini juga merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap visi misi yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026.

Senada dengan Bupati, Wakil Ketua I DPRD, HM Siddiq BM berharap agar ekspose gedung ruang rawat inap ini bisa díwujudkan sesuai dengan desain yang dítampilkan. Pasalnya kata Siddiq berdasarkan pengalaman ada beberapa proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan yang di ekspose.

“Saya minta konsultan pengawas ini nantinya turut aktif melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan ini nantinya agar dapat dilakukan sesuai yang diharapkan,” tutupnya.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak