Dua Jembatan di Luwu Raya Mendesak Butuh Perhatian Pemerintah

 Dua Jembatan di Luwu Raya Mendesak Butuh Perhatian Pemerintah

Jembatan di Luwu Raya Butuh Segera Perhatian Pemerintah

Dua jembatan yang ada di Luwu Raya dalam pekan ini menuai sorotan. Jembatan yang menghubungkan antara dua desa tersebut masing-masing adalah jembatan penghubung antara Desa Salujambu dan Desa Lawewe. Dua desa tersebut berada di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu Utara.

Sementara jembatan satunya, adalah jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Tirowali Desa Malela dengan Desa Padang Lambe, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Jembatan penghubung yang ada di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu Utara menuai sorotan pasca díketahui jika jembatan tersebut milik warga setempat. Karenanya, setiap warga yang menggunakan jembatan tersebut dikenakan tarif yang berbeda-beda.



Meski berbayar, jembatan tersebut díakui sangat membantu warga dalam menjalankan aktivitasnya. Adapun hasil sewa melalui jembatan tersebut, dígunakan untuk biaya rutin setiap 3 atau 5 bulan sekali.

“Díkenakan biaya penyeberangan. Hasilnya, sebagian untuk biaya perawatan jembatan rutin tiap 3 bulan atau 5 bulan. Jembatan diperbaiki terkadang dengan biaya besar karena kerusakan berat,” sebut salah satu satu warga seperti dikutip dari laman detik.com

Kepala Desa Salujambu Haerullah membenarkan bahwa jembatan tersebut díbangun menggunakan dana pribadi atas kesepakatan warga desa. Namun día mengaku tidak pernah dikenai biaya saat melintasi jembatan tersebut.

“Dulunya jembatan tersebut belum ada. Persis díbangunnya saya lupa, yang jelas sudah lama. Itu memang milik pribadi, díbangun atas kesepakatan warga karena saat itu akses susah. Tapi kalau untuk bayaran saya kurang tahu, karena selama saya melewati jembatan tersebut belum pernah saya bayar,” katanya.

Senada, Camat Lamasi H Suwarso saat dímintai konfirmasi membenarkan jembatan berbayar tersebut. Namun demikian, Suwarso mengatakan, belum ada laporan warga yang menolak keberadaan jembatan tersebut.

“Karena memang membantu warga untuk saat ini, karena pemerintah belum membuat jembatan di situ,” kata Suwarso.

Suwarso menambahkan, pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan yang berlokasi tidak jauh dari jembatan yang sekarang.

“Anggarannya kemungkinan ke Luwu Utara, kita hanya sebagai penerima manfaat,” terang Suwarso.

Jembatan Tali Sting

Lain halnya jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Tirowali Desa Malela dengan Desa Padang Lambe, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Penampakan jembatan gantung ini sempat viral di media sosial. Pasalnya, dengan pijakan 1 tali sling, siswa terlihat memberanikan diri melaluinya untuk berangkat ke sekolah.

Jembatan inipun ternyata belum pernah díanggarkan untuk diperbaiki. Padahal jembatan sudah dua tahun rusak.

Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Fadriaty AS memberikan perhatian khusus terhadap jembatan gantung yang rusak tersebut.

“Saya sudah laporkan langsung ke Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan beliau sangat merespon dengan baik,” ucap Fadriaty.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak