Pemkab Luwu Pastikan Jembatan Malela Dibenahi, Kadis PUPR: Sementara Kita Anggarkan Rp150 Juta

 Pemkab Luwu Pastikan Jembatan Malela Dibenahi, Kadis PUPR: Sementara Kita Anggarkan Rp150 Juta

Pemkab Luwu Pastikan Jembatan Malela Dibenahi, Kadis PUPR: Sementara Kita Anggarkan Rp150 Juta

Kadis PUPR Ir Ikhsan Asaad, ST.,MT., memastikan perbaikan jembatan gantung Malela akan díanggarkan pada APBD Perubahan 2021. Besar anggaran yang akan díplot sebesar Rp150 juta. Hal tersebut díungkapkannya saat díkonfirmasi di ruangannya, Senin, 13 September 2021.

“In Syaa Allah Pemkab masih mampu mendanai ini, dengan nilai 150 juta kita lihat nanti dulu yang mananya yang bisa díperbaiki, kalau masih ada kekurangan akan díplotkan anggaran pada APBD pokok 2022 mendatang,” ujarnya.

Ikhsan As’ad menjelaskan history jembatan gantung Malela itu. Pasca Banjir Bandang yang terjadi akhir Agustus kemarin, salah satu Infrastruktur yang rusak adalah Jembatan tersebut.



Jembatan tersebut, lanjut Ikhsan adalah jembatan yang menjadi akses penyeberangan warga dari dusun Palandongan desa Buntu Kunyi ke desa Malela sekaligus penghubung antar ke Dua desa tetangga. Pasca banjir, hanya tersisa bentangan tali sling. Itu setelah seluruh bagian lantai jembatan tersapu air bandang.

Pihaknya sendiri, lanjut Ikhsan, telah meninjau lokasi tersebut pada, Selasa (31/8/2021) saat mendengar informasi adanya kerusakan tersebut. Saat Ia turun langsung ke lokasi, ia dítemani tim perencanaan teknis.

Kedatangan tim tersebut dalam rangka perekaman data lapangan untuk menjadi acuan dalam menyusun perencanaan teknis dan estimasi anggaran.

Menanggapi beragam polemik yang berkembang pasca viralnya pemberitaan kondisi kekinian jembatan tersebut, Kadis PUPR Luwu, Ikhsan Asaad, Sabtu (11/9/2021) memberikan keterangan Pers di dampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ir. Usdin, ST. (Abu Faqih)

Kadis Ikhsan menegaskan pada prinsipnya pemerintah daerah kabupaten Luwu sangat serius dalam menyikapi kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan tersebut.

“Kita sudah melakukan pengukuran lapangan dan sekarang dalam tahap perencanaan teknis untuk penyusunan estimasi anggarannya,” ungkap Ikhsan.

Kadis Ikhsan juga menambahkan jika pada 2019 lalu, desa Malela masuk dalam daftar usulan Tiga Desa di wilayah kecamatan Suli dan Suli Barat sebagai penerima bantuan Pembangunan Jembatan Gantung Rangka Baja dari Kementerian PUPR yang di usulkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu.

Bahkan tim perencanaan dari balai besar jalan nasional telah melakukan survey lokasi di dampingi pihak dinas PUPR Luwu.

Hanya saja, saat itu jembatan gantung yang ada di desa Malela kondisinya masih utuh, kuat dan kokoh sehingga anggaran untuk pembangunannya di pending.

“Pasca ambruknya jembatan ini, kita kembali membangun komunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak Balai Jalan agar anggaran yang sempat terpending tersebut dapat direalisasikan kembali” Sambung Ikhsan.

Bahkan Kadis Ikhsan berjanji jika tidak ada kepastian alokasi penganggaran dari Balai, maka pihaknya yang mengusulkan sebagai Program Prioritas Pembangunan Jembatan melalui anggaran perubahan tahun ini (2021 red).

“Jembatan ini masih kewenangan Pemerintah Daerah, sehingga akan díanggarkan oleh pemkab Luwu tanpa harus mengusulkan ke Porvinsi,” tegas Ikhsan.

Sementara, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Ir. Usdin Iskandar, ST., mendukung upaya penutupan jembatan gantung tersebut.

Saat Peninjauan kembali Jembatan Malela, Senin, 13 September 2021

“Masyarakat yang selalu memanfaatkan jembatan tersebut díharap kesabarannya. Daripada harus bertaruh nyawa,” Ucap Usdin.

Sekedar díketahui, Jembatan Gantung Dusun Tirowali Desa Malela mendadak viral beberapa hari terakhir setelah warga nekat melaluinya dengan hanya berpegang di tali sling yang tersisa.

Jembatan tersebut ambruk setelah díhantam air bandang pada akhir Agustus 2021.

Pada saat banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Luwu pada 2020 lalu, jembatan ini juga sempat mengalami kerusakan.

Namun belum terlalu parah. Karena jembatan tersebut masih dapat dílalui kendaraan roda dua.

Selain itu jembatan ini bukan satu satunya akses yang ada dilokasi tersebut, masih ada Dua jembatan yang utuh menghubungkan kedua desa itu, Satu Jembatan Gantung dan yang Satunya lagi jembatan Permanen.(kartini)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak