Belopa

Kapus di Kabupaten Luwu Dinilai Kurang Pekah, Ketua Harian Satgas Covid-19 Minta BKPSDM Tampil Jadi Pembicara

 Kapus di Kabupaten Luwu Dinilai Kurang Pekah, Ketua Harian Satgas Covid-19 Minta BKPSDM Tampil Jadi Pembicara

Kapus di Kabupaten Luwu Dínilai Kurang Pekah, Ketua Harian Satgas Covid-19 Minta BKPSDM Tampil Jadi Pembicara

Plt. Kepala BKPSDM Luwu, Andi Muhammad Ahkam Basmin, hadir pada kegiatan koordinasi pelayanan vaksinasi di lingkup dinas kesehatan Kabupaten Luwu.

Kehadirannya di tengah para kepala puskesmas (Kapus) se-kabupaten Luwu ini díungkapkan Ahkam karena díminta secara khusus oleh ketua harian tim satgas penanganan Covid19 yakni Kapolres Luwu, AKBP Fajar Susanto.

Ahkam Basmin díminta berbicara di depan para Kepala Puskemas (Kapus) yang tak lain adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).



Saat berbicara Ahkam mengungkapkan bahwa para kapus wajib melaksanakan apa yang sudah díperintahkan oleh pimpinannya.

“Jika kita tarik garisnya tidak ada tupoksinya BKPSDM hadir pada pertemuan ini tapi karena saya díminta secara khusus berbicara di sini, karena banyak kapus yang masih tidak pekah dalam kegiatan pelaksanaan vaksin,” ujarnya.

Ahkam Basmin menilai Ketua Harian tim satgas penanganan Covid19 Luwu, Kapolres, sangat pekah dalam melihat situasi sehingga kepala kapus dan anggota tim penanganan covid19 juga harus pekah dan melaksanakan perintah pimpinan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Ahkam juga menyampaikan di Instagram Kapolres terkait rapat dan pelaksanaan covid banyak support dari para netizen sehingga ini bisa menjadi salah satu jembatan suksesnya pelaksanaan vaksinasi di Luwu.

Ahkam juga meminta Wartawan ikut memantau jalannya pelaksanaan vaksinasi di puskesmas Kabupaten Luwu. Kapus di Kabupaten Luwu

Kepala Dinas Kesehatan dokter Rosnawary mengatakan kegiatan koordinasi pelayanan vaksinasi di lingkup dinas kesehatan Kabupaten Luwu.

Rosnawary memaparkan kegiatan pelayanan vaksinasi yang telah dilaksanakan sejak dimulai pencanangan pada bulan Februari yang sasarannya sekitar 268 ribu orang belum termasuk anak umur 12 tahun ke bawah. Telah mencapai urutan pertama pada masyarakat umum atau masyarakat yang rentan.

Pada pertemuan ini, Rosnawary menegaskan agar kepala kapus jangan menunggu bola tapi menjemput bola ke desa-desa, tentu dengan desa prioritas.

Diakuinya kelemahan pelaksanaan vaksinasi ini masih kurangnya petugas dan jumlah vaksin yang masih kurang.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak