Letakkan Batu Pertama Pembangunan BCC, IBAS: BCC Program PKPM, Sumber Dananya dari CSR PT Vale

Letakkan Batu Pertama Pembangunan BCC, IBAS: BCC Program PKPM, Sumber Dananya dari CSR PT Vale

Dengan mengusung konsep taman wisata sungai yang menarik dengan berbagai fasilitas penunjang untuk menambah daya tarik wisatawan di Kota Malili, Pemkab Lutim dalam tahun ini akan membangun Baruga Collaborated Center (BCC). BCC ini nantinya diharap dapat menjadi satu icon baru di kota Malili yang berada di kawasan pesisir sungai Malili tepatnya di samping eks TPI Malili lama.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam di kawasan proyek BCC Desa Baruga Malili, Selasa (18/02/2020) telah meletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan BCC. Turut mendampingi ketika itu, Sekda, H Bahri Suli, Kadis Parbudmudora, Hamris Darwis, Kadis Kelautan, Firnandus Ali, Camat Malili, Nur Saifullah, Managemen PT Vale Indonesia, Ichman dan beberapa Kepala Desa se Kecamatan Malili.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan pembangunan BCC ini memang merupakan bagian dari program kawasan jasa penunjang dan perkotaan, program pegembangan kawasan perdesaan mandiri atau PKPM yang dananya bersumber dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT Vale Indonesia.

Lanjut Irwan, Program PKPM ini khusus di Kota Malili dipusatkan sebagai kawasan jasa penunjang dan perkotaan mencakup tiga wilayah desa yakni Desa Puncak Indah, Desa Baruga dan Kelurahan Malili.

“Diarea BCC ini, nantinya juga akan dibangun kapal pesiar yang diberi nama We Cudai yang akan berkeliling sungai Malili. Selain itu juga akan dibangun Water Park yang nantinya akan ditempatkan di Desa Puncak Indah,” jelas Irwan yang juga Ketua Tim Koordinasi PKPM.

IBAS, akronim Irwan Bachri Syam juga berharap pembangunan BCC bisa berjalan sesuai harapan. Pasalnya bangunan ini nantinya akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian baru di Kota Malili yang berkolaborasi dengan kegiatan ekonomi kreatif sehingga berdampak positif bagi kemandirian desa.

“Saya harapkan segera dibentuk pengelola BCC yang merupakan kerjasama tiga Bumdesa untuk mengoptimalkan kawasan BCC ini. Saya juga berharap masyarakat ikut mengawasi pembangunan BCC,” harapnya.

Managemen PT Vale Indonesia, Ichman mengatakan salah satu program CSR PT Vale Indonesia dalam mendukung program Pemerintah Daerah yakni menjadikan Kota Malili sebagi kota yang moderen. Pembangunan BCC diharapkan dapat mendorong berkembangnya sektor ekonomi masyarakat desa yang muaranya tercipta kemandirian desa.

Program pembangunan BCC menelan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar lebih dari dana CSR PT Vale Indonesia. Pembangunan BCC terdiri dari tiga item utama yakni Workshop, Playground dan Pujasera.

Untuk diketahui, khususnya di Kecamatan Malili, Progam PKPM terdiri atas 3 (tiga) Kawasan yang terbentuk, antara lain Kawasan Jasa Penunjang & Perkotaan, terdiri dari Desa Baruga, Desa Puncak Indah, dan Kelurahan Malili. Kawasan Pesisir, Desa Balantang, Desa Wewangriu, Desa Harapan, dan Desa Pasi Pasi, serta yang terakhir adalah Kawasan Pertanian, Perkebunan & Peternakan, terdiri dari Desa Pongkeru dan Desa Laskap.(nsb)

Read Previous

Pemkab Luwu Siap “Eksekusi” Tenaga Honorer

Read Next

Gelar MTQ ke-31, Pemkab Luwu Buka Pendaftaran 24 Februari, SBj Tinjau Lokasi, Panitia Ungkap Rampung 90 Persen

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *