Masyarakat Tidak Percaya Korona, Satgas Sebut 17 Persen

 Masyarakat Tidak Percaya Korona, Satgas Sebut 17 Persen

Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap dirumah. Kalaupun terpaksa harus keluar, pakailah senantiasa alat penutup huding dan mulut / Masker


Masyarakat Tidak Percaya Korona, Satgas Sebut 17 Persen

Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Suryopratomo dalam webinar Dewan Pers, Sabtu, 3 Oktober 2020 mengatakan, masih sebanyak 45 juta masyarakat Indonesia atau sekitar 17 persen rakyat Indonesia yang tidak mempercayai adanya Virus Korona.

Suryopratomo menyebut data ini merupakan hasil Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada minggu kemarin.

PGRI Apresiasi Pemerintah, Cabut Kluster Pendidikan pada RUU Cipta Karya dan Terbitkan Perpres 98/2020

“17 persen masyarakat menganggap bahwa tidak akan tertular,” ujar Suryo.


Suryopratomo menggambarkan, jika 45 juta orang tersebut adalah carrier atau pembawa virus Covid-19, maka tidak heran kalau positivity rate Indonesia berada pada angka 11 persen keatas.

Sekedar informasi, positivity rate adalah persentase orang yang memiliki hasil tes positif Covid-19 dibandingkan jumlah orang yang dites.

Lebih lanjut Suryopratomo mengatakan, Covid-19 berbeda dengan wabah sebelumnya, yakni wabah flu burung dan flu babi. Pasalnya, pada wabah flu burung dan flu babi, penyebabnya adalah unggas sehingga kasusnya dapat tertangani secara cepat. Caranya adalah memusnahkan unggas yang merupakan carrier.

Perpres 98/2020 Terbit, Honorer Terangkat Sebagai ASN

“Yang jadi persoalan kita rumit adalah pembawa Covid-19 adalah manusia. Tidak mungkin kita melakukan upaya pemusnahan manusia, sehingga yang kita lakukan adalah bagaimana membatasi pergerakannya,” kata Suryopratomo.

Suryopratomo menegaskan, Masyarakat Tidak Percaya Korona tersebut hanya merupakan satu faktor dari sekian faktor lain terkait persoalan Covid-19 Indonesia.

Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Terkendala Pembebasan Lahan

“Tapi intinya adalah persoalan yang kita hadapi saat ini lebih terkait dengan bagaimana kedisiplinan individu maupun sosial,” ujar Suryopratomo.

Pada kesempatan tersebut, Suryopratomo menambahkan, kampanye penggunaan masker telah memperlihatkan hasil. Jumlah orang yang menggunakan masker meningkat hampir 92 persen.

“Tapi untuk menjaga jarak dan cuci tangan terjadi penurunan,” ucap Suryopratomo.(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *