Membuka Rapat KSO Bersama Pemkab Lutim, Budiman : BPJS Ketenagakerjaan Ini Penting

 Membuka Rapat KSO Bersama Pemkab Lutim, Budiman : BPJS Ketenagakerjaan Ini Penting

LUWUTIMUR,SPIRITKITA — Dalam kerangka menaikkan pelindungan Agunan Sosial Ketenagakerjaan buat fitur kampung se-Kabupaten Luwu Timur, jadi BPJS Ketenagakerjaan Lutim mengadakan Rapat Kerja Sama Operasional (KSO) bersama Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, di Aula Rumah Kedudukan Bupati Lutim, Rabu (09/11/2022) malam.

Rapat KSO itu di buka dengan cara resmi oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman di temani Kepala Dinas Pelibatan Warga dan Kampung, Halsen, Kepala Sektor Kepesertaan BPJS Tenaga Kerja Palopo, Arfandi Sade serta Kepala Cabang BPJS Tenaga Kerja Lutim, Zainuddin, yang di datangi Kepala Dusun dan BPD se-Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur, H. Budiman menuturkan, BPJS ini penting membuat perlindungan kades dan instansi dusun, memanglah tidak berapa di lunasi, tetapi pelindungannya yang paling di perlukan.

“Kita mengharapkan ini kita sampaikan ke orang, supaya warga pun mendapati pelindungan dari BPJS . Sehingga pastilah, ini mesti kita songsong secara baik, sebab kadangkala ada sesuatu hal yang menurut kita tidak berfaedah, namun nantinya waktu mendatang kita amat membutuhkan,” kata Bupati.



BACA JUGA :

Budiman mengutarakan jika, jaminannya itu ada agunan kecelakaan kerja, kematian, agunan hari tua, agunan pensiun, dan agunan kehilangan tugas.

“Saya mengharap pada pihak BPJS biar di sosialisasikan dengan bagus, sekian banyak ada yang di bayar serta apa faedahnya,” pesan Budiman.

Kepala Area Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Palopo, Arfandi Sade memberikan laporan, pelindungan BPJS Tenaga Kerja di Sulsel buat 24 kabupaten/kota, Lutim ada di dalam nomor 7 coverage Universal Worker Coverage (UWC) dengan angka 48,3%, dengan coverage Lutim di angka 55.000 peserta penduduk Lutim yang terlindung dari target kemampuan kami kira-kira 113.000 orang buruh yang ada pada Lutim.

Ia memberikan kalau Karyawan Pemerintah Non ASN yang terjamin program BPJS Ketenagakerjaan sekitar 4.535 orang yang sekarang udah tercatat aktif.

Kemudian, Lanjut Arfandi Sade, ada 274 aparatur kampung serta BPD yang tercatat di 27 dusun dari 125 dusun waktu ini. Untuk buruh keagamaan, seperti guru ngaji, pendeta, marbot, dan imam mushola kira-kira 1.483 orang.

Terakhir untuk karyawan mudah yang pendapatannya di bawah rerata /hari, yang kebolehan bayarnya tidak cukupi namun impian untuk diprotek serta memprogram Jamsostek hingga ada pelindungan karyawan mudah dari pemerintahan lebih kurang 1.665.

“Keseluruhan yang udah terlindung mulai dengan Non ASN, Aparatur Dusun dan Keagamaan dengan unit yang terima gaji sekitar 6.292 peserta aktif sekarang ini, setelah itu buruh rawan barusan 1.665, jadi keseluruhan seluruh kira-kira 20.800 peserta,” pungkas Kepala Sektor Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Palopo.(*)