PDP Covid-19 Meninggal di Sultra, Keluarga Jemput Jenazah Pakai Mobil Pribadi

PDP Covid-19 Meninggal di Sultra, Keluarga Jemput Jenazah Pakai Mobil Pribadi

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) coronavirus disease 2019 (Covid-19) menghembuskan nafas terakhir pada Senin (23/3) kemarin. Berita ini viral di media sosial Facebook dan aplikasi Whatsapp karena pihak keluarga disebut Nekat membawa jenazah pulang ke rumah untuk dimakamkan.

Detik-detik saat jenazah tiba dikediaman setelah dijemput pihak keluarga dari rumah sakit.

Terekam dalam video yang tersebar, saat pihak keluarga nekat membawa pulang jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) corona dari rumah sakit. Keluarga membawa pulang jenazah yang masih terbungkus dengan plastik menggunakan mobil pribadi, bukan ambulans.

Setibanya di rumah duka, sejumlah sanak saudara dan kerabat telah menanti jenazah yang dibawa dari rumah sakit.

Diketahui, Sebelumnya, 7 orang yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan status pasien dalam pengawas (PDP). Menyusul peristiwa ini, penghuni ruang isolasi kini tinggal 6 orang.

“Iya, pasien yang masih dalam perawatan intensif itu meninggal sekitar pukul 11.00 Wita,” kata Pelaksana Tugas (Plt) RSUP Bahteramas dr Sjarif Subijakto.

Pelaksana Tugas (Plt) RSUP Bahteramas dr Sjarif Subijakto dikonfirmasi wartawan koran ini menerangkan, pasien berasal dari Kabupaten Kolaka, rujukan dari RS Bhayangkara Kendari, masuk pada 21 Maret.

“Status PDP. Penyakit radang paru bronkopneumonia, tes swab belum dilakukan. Meninggal di ruang isolasi,” ucapnya.

Pejabat Hubungan Masyarakat (Humas) RS Bahteramas, Masyita menjelaskan, dari 6 penghuni ruang isolasi yang tersisa, 3 positif Covid-19, sedangkan yang lainnya masih suspect. Untuk yang meninggal, belum ada hasilnya apakah positif corona atau tidak,” paparnya.

Juru bicara Gugus Tugas Covid -19 Sultra La Ode Rabiul Awal, dalam konferensi pers di rumah jabatan gubernur memaparkan, 3 orang yang dinyatakan positif terinfeksi corona yakni seorang laki-laki umur 41 tahun dan 2 perempuan masing-masing berumur 32 tahun dan 25 tahun.

Ia melanjutkan, 2 di antaranya masuk pada 10 Maret, sedangkan seorang lagi masuk pada 9 Maret.

“Mereka langsung dimasukkan di ruangan isolasi. Jadi, sudah dirawat sekitar 10 sampai 11 hari,” ujarnya.

Baca: Tata cara penangan Jenazah Covid-19

Terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka pada Minggu (22/3) menambah 6 orang dalam daftar ODP (orang dalam pemantauan) Covid-19. Total kini menjadi 14 orang.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kolaka dr Muh Aris menerangkan, 14 orang ini belum lama kembali dari luar daerah, sudah dipantau sejak 12 Maret.

“Sebagian dari mereka sudah mulai sembuh, dan tidak menunjukkan adanya gejala yang mengarah ke Covid-19, tetapi mengarah kepada penyakit lainnya. Sekarang hanya menunggu masa karantinanya selesai 14 hari,” terang Aris.

Menurut dia, ada yang baru pulang dari Arab, Jakarta, dan juga Bali. Sebaran ODP ini hampir di semua kecamatan di Kolaka, mulai dari Watubangga, Kukutio, Tanggetada, Pomalaa, Wundulako, Latambaga, dan Iwoimendaa.(nsb)

Read Previous

Provinsi dengan Penurunan Berdasar Profesi Akibat Covid-19 Diungkap Jokowi

Read Next

Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Luwu Semprotran 7,000 Liter Desinfektan di Tempat Keramaian

ADS AUTO

One Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *