Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, KPU Luwu Ancang-ancang Minta Rp60 M

 Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, KPU Luwu Ancang-ancang Minta Rp60 M

Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024, KPU Luwu Ancang-ancang Minta Rp60 M

Untuk pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, KPU LUWU membutuhkan anggaran sekira Rp60 Milyar.

Jumlah anggaran ini sendiri disebutkan meningkat dari pelaksanaan Pilkada serentak pada periode sebelumnya. Pada tahun 2019, diketahui anggaran yang digunakan KPU Luwu hanya Rp48 Milyar.

“Untuk menyukseskan pemilihan umum pada tahun 2024 mendatang, sepertinya KPU Luwu membutuhan anggaran senilai 60 Milyar. Artinya ada pengingakatan beberapa persen dari pemilu lalu yang hanya 48 Milyar,” kata Ketua KPU Luwu Hasan Sufyan saat menggelar cofee morning bersama insan pers, Sabtu 23 Oktober di Desa Tampa, Luwu.



Hasan Sufyan mengatakan, peningkatan anggaran ini dikarenakan adanya pandemi Covid19. Dimana, pada pelaksanaan Pilkada Serentak nantinya, akan dilaknasakan dengan protokoler kesehatan sampai ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS)

“Pada pemilu nantinya, para penyelanggara akan disiapkan pakaian Asmat. Ada peningkatan honor pada penyelenggaran. Untuk keseluruhan Luwu sebanyak 13 ribu penyelenggara yang akan dibutuh pada 1700 TPS,” kata Hasan.

Meski demikian, Hasan mengakui, sampai saat ini pihaknya belum dapat merinci secara detail anggaran tersebut. Hasan berjanji segera akan menyusun detail anggaran untuk selanjutnya melakukan presentase pemerintah daerah.

“Ini belum fix karena menunggu waktu untuk menggelar ekspose ke pemerintah daerah. Jika berpatokan pada anggaran pilkada periode lalu, sudah punya gambaran sebenarnya. Tapi yang membuat bengkak anggaran ini tentunya karena ada covid19,” kata Hasan.

Lebih lanjut Hasan mengatakan, DPRD sudah berencana membuat ranperda dana cadangan. Hal ini karena anggaran pada pilkada 2024 tidak mungkin bisa dalam satu kali penganggaran.

“Sehingga jika pelaksanaannya tahun 2024 berarti ada waktu 3 tahun menyiapkan anggaran tahapan pemilihan. Karena jika langsung pengangganya bulat pasti semua akan keteteran,” kata Hasan Sufyan.(kar)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak