Pelaksanaan Pilkada Serentak Terancam Ditunda

 Pelaksanaan Pilkada Serentak Terancam Ditunda

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah


Pelaksanaan Pilkada Serentak Terancam Ditunda

Pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada Desember mendatang bisa saja ditunda. Hal ini jika kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan di daerah yang akan melaksanakan pilkada.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menegaskan hal tersebut pada saat Rapat Koordinasi Pilkada Serentak di Posko Penanganan Covid-19, Balai Kemanunggalan TNI Rakyat, Makassar.

“Jika kasus positif Covid-19 terus meningkat, bisa saja pemungutan suara ditunda dengan alasan keselamatan rakyat,” tegas Nurdin. Pelaksanaan Pilkada Serentak Terancam Ditunda


Nurdin juga menegaskan, teguran Menteri Dalam Negeri terkait beberapa bupati yang dianggap melanggar protokol kesehatan, tidak perlu lagi terjadi.

Legislator dan ASN Maju pada Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Selatan, Berikut Nama-namanya

“Ini tidak perlu berulang lagi. Kita bikin kesepakatan bersama untuk dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, bisa saja Nurdin meminta para calon Bupati dan calon Walikota untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama dari Covid-19.

“Kepada semua pihak, lebih khusus kepada pasangan calon bupati dan calon walikota untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama proses pilkada. Jangan ada peningkatan kasus positif Covid-19 sampai gelaran pilkada selesai dan seterusnya,” kunci Nurdin.

Terpisah, diberitakan sebelumnya, jumlah partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilkada Serentak yang dilaksanakan pada Desember mendatang diprediksi mengalami penurunan.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) memprediksi jumlah penurunan partisipasi pemilih dari 15 hingga 46 persen di tempat pemungutan suara (TPS).

Data dan Fakta Seputar Pendaftaran Pilkada Serentak 2020

Penyebab adanya penurunan ini, kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Sabtu, 5 September 2020 disebabkan takutnya pemilih ke TPS akibat adanya Pandemi Covid-19.

“Potensi penurunan partisipasi bukan karena masyarakat tidak memilih atau golput. Tapi masyarakat takut ke TPS akibat pandemi,” ungkap Djayadi.

Djayadi juga menyebut beberapa tahapan berpotensi sebagai media penyebaran virus covid-19. Sebab, melibatkan banyak orang dalam satu tempat. LSI Prediksi Partisipasi Pemilih turun.

“Kekhawatiran itu makin meningkat bahwa pilkada bisa jadi super spreader covid-19, jadi klaster baru covid-19,” ujar Djayadi.(red)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *