Pemanfaatan Tanaman Kelor Dapat Cegah Stunting

 Pemanfaatan Tanaman Kelor Dapat Cegah Stunting

TP PKK Kota Palopo Sosialisasi pencegahan stunting melalui 10 program pokok PKK.


Pemanfaatan Tanaman Kelor Dapat Cegah Stunting

Tim Penggerak PKK Kota Palopo bersama Forum Kota Sehat menggelar sosialisasi pencegahan stunting untuk wilayah Kota Palopo melalui 10 program pokok PKK.

Adapun pembukaan kegiatan sosialisasi tersebut secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP, mewakili Walikota Palopo, yang gelarannya pada Auditorium Saokotae Palopo, Rabu, 14 Oktober 2020.

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting kali ini bertajuk Mewujudkan Kemandirian Keluarga Dengan Tanaman Kelor, Untuk Pencegahan Stunting Kota Palopo.


Sekretaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP dalam sambutan Walikota menyampaikan berbagai program dan kegiatan PKK selama ini telah berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu telah bersinergi mendukung program pemerintah Kota Palopo.

Reformasi Birokrasi berdasarkan Perpres nomor 81 tahun 2010 memasuki tahap ke 3 Tahun 2020-2025

“Namun tentunya dengan partisipasi dari seluruh anggota TP PKK kota Palopo akan semakin meningkatkan peran PKK. Sehingga pelaksanaan 10 program pokok PKK dapat terimplementasikan pada wilayah Kota Palopo”, ujarnya.

Sehubungan dengan pencegahan stunting, peran para orang tua sangat penting dalam mendukung terciptanya sosok anak yang sehat dan cerdas. Oleh karena itu, peran tersebut dapat terlaksana dengan baik. Ini jika dukung dengan pengetahuan yang memadai. Tentang bagaimana meningkatkan gizi untuk pencegahan stunting.

Salah satunya adalah pemanfaatan tanaman kelor, untuk mencegah stunting adalah sangat tepat. Karena sudah ketahui kandungan gizi daun kelor yang bermanfaat untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus mencegah kelahiran anak stunting.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Palopo, dr. Hj. Utiasari Judas, M.Kes menjelaskan stunting adalah sebuah kondisi yang mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek jika berbanding tinggi badan orang lain pada umumnya.

“Penyebab anak terkena stunting adalah faktor gizi buruk dan faktor penyebab lainnya seperti lungkungan dan kesehatan”, jelasnya.

Hj Utiasari menambahkan, mengingat bahaya stunting begitu berdampak besar pada pertumbuhan anak, maka perlu ada penanganan serius. Caranya, dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih.

“Dan salah satu upaya yang dilakukan untuk pencegahan stunting ada memperhatikan sumber nutrisinya melalui tanaman kelor”.

Kaitannya dengan kelor karena sayuran hijau dengan ukuran daun-daun kecil ini, memiliki kandungan gizi yang sangat baik dan tertinggi dibandingkan sayuran lainnya.

Sebelulmnya dalam laporan Panitia, Syakia Ishak S.P.KK menyampaikan pula adapun sasaran kegiatan ini diantaranya sesuai data dari Dinas Kesehatan Kota Palopo sebanyak 229 bayi kurang gizi, kepada ibu hamil dan seluruh masyarakat kota Palopo.

Melagalkan Nikah Siri, Ini Caranya!!!!

Sosialisasi pencegahan stunting juga akan kita lakukan pada tingkat kecamatan dan pelatihan kepada kader Stunting TP PKK se Kota Palopo yang akan kita laksanakan pada tiap kecamatan mulai 15 Oktober 2020 hingga 24 Oktober 2020.

Selain itu juga, saat sosialisasi di kecamatan akan memberikan vitamin kepada Ibu hamil, makanan tambahan berupa susu, bubur kacang kelor,serta tanaman kelor kepada 229 sasaran.

Dalam pembukaan sosialisasi stunting juga dilakukan penyerahan secara simbolis tanaman kelor kepada kader PKK kecamatan, yang diserahkan oleh Sekda dan Ketua TP PKK, serta Ketua Darmawanita Kota Palopo.

Tampak hadir pada kegiatan ini Ketua Darmawanita Persatuan Kota Palopo, Isnada Firmanza, para camat serta jajaran TP PKK se-Kota Palopo.(hms)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *