Pembangunan IKN Terus Dikebut dengan Harapan Menjadi Seperti Washington DC

Banner

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipercepat dengan kedatangan investor yang menanamkan investasinya dalam proyek prestisius ini. Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang juga kurator IKN, berharap IKN menjadi sukses seperti Washington DC, Amerika Serikat, sebagai ibu kota terbaik yang dibangun dari nol.

Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, mengungkapkan harapannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa ibu kota yang didesain dari nol seperti Washington DC dianggap sebagai yang terbaik di dunia. Namun, ia juga memberikan peringatan terkait kegagalan ibu kota lain yang terlalu luas dengan populasi yang minim, seperti Canberra, ibu kota Australia.

“The best capital in the world yang didesain dari nol adalah Washington DC. Sisanya rada gagal. Kegedean, kekurangan orang. Di Canberra itu orangnya sedikit, ba’da magrib sepi,” ungkap Ridwan Kamil.

Untuk menghindari kegagalan semacam itu, Kang Emil menekankan perlunya persiapan fasilitas pendukung yang komprehensif, termasuk fasilitas kesehatan, mal, olahraga, pendidikan, hiburan, dan lainnya. Menurutnya, sebuah kota harus memiliki fungsi campuran dan tidak hanya terpusat pada kantor pemerintahan.

“Ya sebenarnya kota mah segala rupa. Stadionnya nanti ada, mall nya apalagi, kesehatan, pendidikan, saya kemarin ngusulin Jaya Ancolnya, kaya Universal Studio pokonya hiburan apa pun lah ya,” tambahnya.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa IKN bukan hanya lokasi pusat pemerintahan, melainkan sebuah kota dengan populasi yang diisi mayoritas oleh non-PNS. Ia menginginkan IKN menjadi seperti Washington DC yang menjadi pusat pemerintahan tetapi juga dihuni oleh masyarakat umum.

“IKN ini pusat pemerintahan atau kota? Kalau pusat pemerintahan itu cuman kumpulan kantor-kantor pemerintah. Itu namanya Putrajaya di Malaysia, gitu. IKN ini harus jadi kota, pusat pemerintahannya ada orang-orang non PNS-nya mendominasi, itu namanya Washington DC,” pungkasnya.(*)

Banner
Esan
Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *