Pemerintah Siapkan Sagu sebagai Pengganti Beras

 Pemerintah Siapkan Sagu sebagai Pengganti Beras
Sagu pengganti beras

Pemerintah Siapkan Sagu sebagai Pengganti Beras

Pemerintah sementara menyiapkan Sagu sebagai pengganti beras. Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengatakan hal itu dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip Sabtu, 25 Mei 2020.

Langkah ini merupakan antisipasi jika terjadi kekurangan bahan pokok utama beras dalam hal ini, Bulog telah membeli sagu dari petani sebagai bahan cadangan apabila beras mulai langka di pasaran selama terjadinya pandemik virus corona (Covid-19).

“Perlu kami laporkan, untuk mempertahankan ketahanan pangan kita dalam kondisi Covid-19. Kami sudah perintahkan kepada jajaran kami untuk membeli sagu untuk kita simpan sebagai cadangan bila beras kurang,” katanya.


Buwas memastikan, sagu ini bisa jadi bahan utama pengganti beras. Kini pihaknya sedang memetakan ketersediaan komoditas sagu di seluruh Indonesia. Ketersediaan sagu ini paling banyak, menurut Budi Waseso, ada di bagian Indonesia Timur. Pemerintah Siapkan Sagu Pengganti Beras

Tukin ASN Disebut Kemenkeu Bisa Dijadikan Dana Refocussing

“Insya Allah kami tidak hanya bicara beras. Kami sudah mulai melirik sagu dan pangan lainnya. Ini sudah kita mulai petakan, terutama di Indonesia bagian timur Papua sehingga drive kami yang ada di wilayah-wilayah produksi satu sudah mulai membeli untuk disimpan dan dijadikan cadangan kebutuhan pangan kita,” jelasnya.

Sebelumnya, Budi Waseso menjelaskan, posisi ketersediaan cadangan beras di Perum Bulog per 17 April 2020 masih terpenuhi sebesar 1.410.940 ton. Terdiri dari stok cadangan beras pemerintah sebesar 1.035.000 ton dan beras komersial sebesar 56.000 ton.

Sementara stok komoditas pangan lainnya per tanggal yang sama, seperti gula di Perum Bulog mencapai 9.675,81 ton dan masih akan terus dilakukan pengadaannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Adapun stok daging kerbau di Perum Bulog dilaporkan sebesar 97,41 ton, minyak goreng 1.148,13 kiloliter, tepung terigu sebanyak 643,92 ton, bawang merah 0,20 ton, bawang putih 29,69 ton, dan telur ayam 79,73 ton.(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *