Dukung Budidaya Porang, Pemkot Palopo akan Sekolahkan Petani Porang

 Dukung Budidaya Porang, Pemkot Palopo akan Sekolahkan Petani Porang

Pemkot Palopo mendukung sepenuhnya budidaya porang untuk dilakukan di Kota Palopo


Dukung Budidaya Porang, Pemkot Palopo akan Sekolahkan Petani Porang

Pemerintah Kota Palopo Melalui D|nas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo Menggelar Sosialisasi Budidaya dan KUR Tani Porang Kota Palopo. Kegiatan ini terlaksana pada Jumat 23 Oktober kemarin.

Doddy Sumahardi Kepala Cabang BRI Kota Palopo Menyambut baik terkait sosialisasi tanaman porang sebagai salah satu tanaman yang hasilnya akan menjadi pendapatan dari masyarakat dalam bertani.

Dari bank BRI memberikan support dan mendukung program ini. Sebagaimana yang sudah ada pada kabupaten Sidrap, Takalar, dan kabupaten lainnya. Semoga Kota Palopo juga kedepan sukses dalam bertani porang.


Terkait dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pihak BRI terus berkomitmen menyalurkan KUR kepada para nasabah. Selain itu juga, berkomitmen ikut membantu ekonomi termasuk bidang pertanian.

Untuk tanaman porang ini, dapat menghasilkan kurang lebih 8 bulan. Dalam mengantisipasi hal ini pihak BRI memberikan jenis KUR musiman yang pembayarannya pada saat sudah menghasilkan.

“Kedepan tugas kami dalam menyalurkan KUR akan melakukan verifikasi. Pengecekan sesuai dengan syarat yang telah kita tentukan sehingga nantinya dapat berikan berupa modal KUR untuk dijalankan bertani porang,” katanya.

Pemkot Palopo Lirik Budidaya Porang, Miliki Nilai Ekspor Tinggi

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H. Syaharuddin Alrif, S.IP., MM yang juga selaku pembina PT. AL Fatih Porang Indonesia sebagai offtaker pengembangan budidaya dengan pola kemitraan dengan fasilitas kredit usaha rakyat pertanian sulawesi selatan menyampaikan, kabupaten Sidrap telah kita lakukan untuk menanam porang. “Dan Alhamdulillah setelah berhasil akan kita sebar ke seluruh masyarakat Sulawesi Selatan,” kata Syaharuddin.

Ini merupakan salah satu dorongan dari Walikota Palopo sesuai dengan keinginan Presiden RI dan Menteri Pertanian Pemerintah turun tangan untuk mengubah mainset dan pola petani itu sendiri.

Sebelum melakukan penanaman, kita terlebih dahulu melakukan sekolah porang. Ada 4 unsur yang terlibat yaitu pemerintah pusat kemudian BRI pusat kemudian petani dan offtaker yang akan menjadi satu wadah.

Dalam wadah ini lanjutnya akan mengajarkan kepada para petani seperti metode ilmu budidaya, sarana dan fasilitas modal lewat kredit usaha rakyat akan disiapkan oleh BRI yang dijamin oleh offtaker.

Selanjutnya adalah sarana pasar jika petani biasanya ketakutan di mana akan dijual jika sudah ada hasil panen nya tidak perlu lagi khawatir karena kita sudah ada ikatan perjanjian secara bersama-sama.

Perlu diketahui bersama porang adalah sejenis tanaman yang tumbuh di hutan dan tumbuh bebas di mana saja”.

Di kabupaten takalar, bulukumba, sinjai, selayar, gowa, sudah banyak yang berhasil menanam porang sejak tahun 2009.

Mengapa kemudian porang ini banyak diminati di luar negeri karena tanaman ini dijadikan sebagai pengganti beras dan dijadikan sebagai bahan pokok.

Pertanian mengatakan permintaan dari luar negeri sekarang ini mencapai 500 ribu ton per tahun dalam bentuk tepung. Tapi indonesia baru mencukupkan 48 ribu ton sehingga menteri pertanian syahrul yasin limpo menjadikan sulawesi selatan sebagai sentra produksi porang yang ada di seluruh sulawesi.

Pelantikan Pejabat Pemkot Palopo, Bagian Humas Menjadi Bagian Prokopim

Walikota Palopo Drs. H. M. Judas Amir, MH dalam sambutannya mengatakan dukung budidaya porang sepenuhnya jika masyarakat Palopo yang bertani porang menyakini bahwa apa Ia lakukan ini dapat membantu kehidupan kita.

“Ini merupakan salah satu usaha yang dapat pemerintah lakukan khususnya untuk masyarakat kota palopo. Jika kita kerjakan hal ini secara baik, kita akan mendapatkan sesuatu yang baik pula. Dan tentunya akan menambah financial keluarga kita,” kata Judas

Selanjutnya penyerahan berkas kredit usaha rakyat tani porang dari perwakilan petani kepada Direktur PT. AL Fatih tani porang. Setelahnya, serahkan kepada kepala cabang BRI kota palopo yang d|saksikan oleh Walikota Palopo, wakil ketua DPRD Prov Sulsel, wakil ketua DPRD Kota Palopo dan kadis Pertanian.

Turut Hadir Pula Wakil Ketua I DPRD Kota Palopo, Abdul Salam, SH, Wakil Ketua II DPRD Kota Palopo, Irvan Majid, ST, Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo Andi Bakhtiar, S.Sos.,M.Si serta tamu undangan lainnya.(hms)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *