Perayaan Malam Tahun Baru di Sulawesi Selatan Ditiadakan

 Perayaan Malam Tahun Baru di Sulawesi Selatan Ditiadakan

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengingatkan ASN untuk tidak terlibat Politik Praktis


Perayaan Malam Tahun Baru di Sulawesi Selatan Dítiadakan

Perayaan tahun baru yang biasanya dítandai dengan pesta kembang api dan kegiatan-kegiatan lainnya dípastikan pada tahun baru 2021 akan tidak ada.

Terkhusus perayaan Natal, akan dílakukan secara terbatas. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Sulsel telah menetapkan hal tersebut dalam sebuah rapat yang dígelar Pemprov Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, Kapolda dan Pangdam telah menyampaikan secara tegas, di masa pandemi dengan kenaikan kasus yang signifikan, beberapa event event kedepan termasuk misalnya perayaan tahun baru itu kita tiadakan.


“Yang paling penting izin keramaian dítiadakan jelang perayaan Natal dan Perayaan Malam Tahun Baru, apalagi saat ini Covid-19 melonjak naik di akhir tahun ini,” ujar Nurdin

“Karena perayaan tahun baru ini akan memancing masyarakat dari daerah-daerah ke Makassar. Saya kira ini kita akan tegakkan. Kedua, tdk ada izin keramaian. Ini sudah secara tegas kita sampaikan. Dan tentu yang lebih penting lagi adalah menghadapi perayaan natal. Ini juga natal kita lakukan tentu secara terbatas. Selebihnya memggunakan zoom/virtual,” lanjut Nurdin

Kendati demikian, Pemprov Sulsel bersama Satgas Penanganan Covid-19 Sulsel dianggap berhasil mengendalikan angka kematian pasien Covid-19.

“Kita bisa lihat apa yg disampaikan tim epidemologi, memang kasus naik tapi Rt kita turun. Satu kesyukuran kita bahwa kita bisa mengendalikan angka kematian lebih rendah dari nasional,” tutupnya.

Menurut Nurdin, kenaikan kasus positif Covid-19 di Sulsel saat ini selain penyembab Pilkada serentak juga karena tim satgas penanganan Covid-19 aktif lagi melakukan testing.

“Kenaikan kasus ini tentu harus dibarengi dengan testing yang lebih masif lagi. Jadi spesimen harus kita dorong semakin membanyak. Kalau yang tadinya sekitar 1.200, sekarang udah naik jadi 1.900-1.600. Karena semakin banyak kita temukan, itu akan semakin memperkecil tingkat penularan,” kunci Nurdin.(ish)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak