Peringatan Potensi Banjir Bandang di Lutra dan Lutim, BMKG Minta Masyarakat Waspada

 Peringatan Potensi Banjir Bandang di Lutra dan Lutim, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Peringatan Potensi Banjir Bandang di Lutra dan Lutim, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Sulsel mengeluarkan peringatan dini potensi adanya banjir bandang. Peringatan dini tersebut dikeluarkan menyusul perubahan cuaca, hujan deras, disertai angin kencang.

Adapun lokasi yang berstatus siaga, Prakirawan BMKG Makassar, Esti Kristantri mengatakan berada di daerah Luwu Utara (Lutra). Dia merinci daerah tersebut seperti di Kecamatan Seko, Rampi, Tana Lili, Bone-bone, Sukamamu, Malangke, Mappadeceng, dan Baebunta, Sabang, Masamba sampai Limbong.

“Sedangkan di Luwu Timur (Lutim), seperti di Burau, Tomoni dan Mangkutana,” kata Esti.



Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk terus waspada akan adanya potensi terjadi banjir bandang.

Dia menyarankan agar masyarakat tetap berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah serta terus mencari informasi kebencanaan melalui media massa maupun media sosial.

“Amankan dokumen-dokumen penting anda. Mengkondisikan barang-barang agar aman dari kebencanaan. Selalu hemat penggunaan air minum, listrik dan gas. Matikan peralatan elektronik, serta tidak menggunakan transportasi darat bila tidak mendesak,” bebernya, Kamis, 6 Mei 2021

Terkait potensi banjir bandang, sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Luwu Utara juga telah memperingatkan.

Díkabarkan, Pasca banjir bandang yang melanda Masamba, Dínas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Luwu Utara menemukan adanya kerusakan morfologi. Kerusakan ini hampir seluruhnya terjadi pada sungai. Terutama sungai Salu Bukae, Sungai Batu Lotong, Sungai Lattang Batu dan Sungai Banga, serta Sungai Mengkepe. Yakni Hulu Sungai Kula yang mengarah ke Puncak Bunta Lero.

Baca sebelumnya : Masamba Belum Aman, Ancaman Banjir Setiap Saat Dapat Terjadi

Temuan ini setelah sebelumnya Dinas LH, Luwu Utara melakukan Ekspedisi ke Hulu sungai Masamba (Salu Kula). Tepatnya di wilayah Maipi (Desa Lero).

“Pasca banjir bandang, masih banyak informasi yang harus dísampaikan kepada masyarakat. Setelah beberapa bulan ternyata masih menyisakan banyak ancaman. Luasnya daerah tangkapan air dan melebarnya sungai, dengan material bongkahan yang sangat rawan mengalami gelindingan (sliding). Yang dampaknya pada terakumulasinya energi apalagi pada wilayah gradien tinggi(terjal),” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH, Luwu Utara, Ahmad.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak