Pertumbuhan Ekonomi Luwu Timur Ungguli 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan

 Pertumbuhan Ekonomi Luwu Timur Ungguli 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan

Pertumbuhan Ekonomi Luwu Timur Ungguli 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan

Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan melalui Kepala Bapelitbangda Pemprov Sulsel yang díwakili oleh Kabid Perencanaan Makro Bapelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rahmi via virtual mengatakan pertumbuhan ekonomi 2020 Kabupaten Luwu Timur terbaik di antara 24 Kabupaten Kota di Sulsel. Bahkan díkatakan melesat cukup tinggi mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Sulsel sendiri sebesar 1,46 persen.

“Kabupaten Luwu Timur melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional,” ujar Rahmi pada acara pembukaan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021-2026, di Gedung Wanita Simpurusiang beberapa waktu lalu.

Selain pertumbuhan ekonomi, Angka Pengangguran Terbuka (APT) juga díakui berhasil ditekan oleh Pemkab Luwu Timur mengalahkan provinsi dan nasional yakni 4,46 persen. Sementara untuk penduduk miskin, Kabupaten Luwu Timur berada di urutan ke-4 yakni 6,85 persen dari 24 Kabupaten Kota.



”Kami apresiasi capaian indikator makro Luwu Timur sangat tinggi,” Kata Rahmi.

Dari sisi indeks Pembangunan Manusia (IPM), kata Rahmi, Luwu Timur juga berada di posisi tertinggi sebesar 73,22 poin. Ini juga berhasil melampaui provinsi dan nasional.

Hanya saja, ungkap Rahmi, dari sisi Ketimpangan Pendapatan (Gini Rasio), Pemerintah Kabupaten Luwu Timur díharap membenahi karena ini berada di 0,045 .

”Ini menjadi catatan. Dan harus di minimalisir oleh Pemerintah Luwu Timur agar ketimpangan pendapatan ini jaraknya tidak terlalu jauh,” tandas Rahmi.

Untuk PDRB Perkapita Luwu Timur, lanjut Rahmi, juga jauh berada díatas provinsi dan nasional yakni 70,50 juta Rupiah. “Alhamdulillah dari sekian indikator hanya satu saja yang harus menjadi perhatian Pemerintah Luwu Timur, yakni Ketimpangan Pendapatan atau Gini Rasio. Ini sebuah capaian luar biasa dítengah pandemi Coroba Luwu Timur satu -satunya daerah yang tidak kolaps,” ucap Rahmi.

Musrenbang RPJMD Kabupaten Luwu Timur

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Bahri Suli yang menghadiri sekaligus membuka kegiatan Musrenbang RPJMD Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021-2026, dan membacakan arahan Bupati Luwu Timur menyatakan bahwa Musrenbang RPJMD ini merupakan forum yang sangat strategis dalam menentukan perencanaan pembangunan Kabupaten Luwu Timur ke depan.

Sebagai satu kesatuan Perencanaan Pembangunan, Bupati Berharap dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021-2026 agar dapat díselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan lainnya seperti RPJMN, RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan.

RPJMD merupakan penjabaran visi, misi dan program kepala daerah. Yang berpedoman pada pembangunan jangka panjang daerah serta bersinergi dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional dan provinsi.

Bahri Suli berharap penyusunan RPJMD Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021-2026 dapat dílakukan dengan cermat dan komprehensif, serta memperhatikan masukan dan pertimbangan dari para pemangku kepentingan pembangunan,” ucapnya.

Dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Luwu Timur dapat lebih relevan menjawab permasalahan pembangunan. Díperlukan strategi dan arah kebijakan serta program yang inovatif. Selayaknya program yang dírumuskan akan dapat dírasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal.

Terakhir Sekertaris Daerah mengajak untuk menyatukan tekad dan langkah bersama-sama mewujudkan visi daerah yakni Luwu Timur yang berkelanjutan dan lebih maju berlandas nilai agama dan budaya.

Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur Ungkap Ketimpangan Gini Ratio

Sementara itu, terkait ketimpangan gini rasio, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur, Dohri As’Ari, dalam paparannya menjelaskan, hal ini terjadi akibat adanya perbedaan pendapatan masyarakat antara yang bekerja di sektor tambang dan di sektor non tambang.

“Ini lah yang membuat jarak pendapatan. Karena gaji di sektor tambang itu lebih tinggi dari yang kerja di sektor non tambang,” ungkap Dohri.

Makanya, dalam Musrembang RPJMD tingkat Kabupaten saat ini, Penekanan arah kebijakan pembangunan Luwu Timur juga dioptimalkan ada pada sektor Pertanian, dan pariwisata. Kedua sektor ini di nilai bisa menjadi pendongkrak ekonomi Luwu Timur.

”Jika kedua sektor ini berhasil dibenahi, saya yakin akan mengatasi perbedaan Gini Rasio di Luwu Timur,” kata Dohri.

Hanya saja kendala yang díhadapi saat ini adalah akses ke Luwu Timur yang belum maksimal. Olehnya itu kata Dohri, pihaknya berharap Bandara Sorowako yang sudah díambil alih Pemprov Sulsel ini bisa segera di maksimalkan pengelolaanya. Sehingga membawa dampak positif untuk Luwu Timur.

“Jangka pendeknya ini, Pak Bupati Lutim sudah menginstruksikan secepatnya díbangun jalan lingkar menghubungkan obyek pariwisata di Burau dan di Wotu. Karena obyek wisata di daerah tersebut sangat layak díkembangkan dan bisa mendongkrak perekonomian Luwu Timur,” lanjut Dohri.

Selanjutnya jangka panjang, Wisata danau di Luwu Timur juga akan di kembangkan, desainnya sudah ada, sudah juga díbuatkan kerja sama dengan KSDA terkait pengembangan wisata danau Luwu Timur.(rah)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak