Petani Desa Kasimbong Lutra dan 3 Desa Lainnya Terancam Menganggur

 Petani Desa Kasimbong Lutra dan 3 Desa Lainnya Terancam Menganggur

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Syarifuddin pada salah satu kegiatan di Luwu Utara baru-baru ini


Petani Desa Kasimbong Lutra dan 3 Desa Lainnya Terancam Menganggur

Petani yang ada pada wilayah Desa Kasimbong Kecamatan Masamba mengeluhkan adanya saluran irigasi. Irigasi yang ada saat ini rusak akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Irigasi yang mengairi 500 Hektar sawah pada desa Kasimbong tersebut bersama 3 desa lainnya yang ada dalam wilayah kecamatan Masamba yakni Desa Pombakka, Rompu dan Desa Pongo saat ini sama sekali tak berfungsi.

Dampaknya, jika irigasi tersebut tidak segera tertangani, musim ini petani yang ada pada Desa Kasimbong dan 3 desa lainnya tidak akan bercocok tanam.


Operasi Yustisi Protkes Covid-19 Luwu Utara Sisir Titik Keramaian

Keluhan para petani ini terungkap saat salah satu anggota DPRD provinsi Sulawesi selatan, Andi Syafiuddin Patahuddin menyempatkan bertemu untuk mendengar dan menyerap Aspirasi petani yang merupakan konstituennya.

Menanggapai keluhan itu, Andi Syafiuddin berjanji akan segera mengkomunikasikan hal tersebut dengan Pjs Bupati Luwu Utara saat ini. Andi Syarifuddin berharap, semoga irigasi yang ada pada Desa Kasimbong Kecamatan Masamba ini dapat segera berfungsi kembali

“Saya segera komunikasikan dengan Pjs Bupati Luwu utara. Semoga ini bisa dikerjakan dulu. Dalam artian mungkin memang ada kerusakan. Tapi mungkin bisa dilakukan dulu semacam pengerukan, yang penting fungsinya bisa kembali normal, yaitu bisa kembali mengairi sawah-sawah petani. Sehingga musim ini Petani Desa Kasimbong Lutra dan petani 3 desa lainnya tidak nganggur. Dan kembali bisa bercocok tanam,” ungkap Syafiuddin.

Tenaga Perawat RSUD Batara Guru Tahun 2021 Terima Tambahan Insentif

Andi Syarifuddin menambahkan betapa pentingnya Pertanian untuk Luwu Utara karena itu salah satu yang menjadi andalan Luwu Utara khususnya kecamatan Masamba.

“Kalau ini terganggu, saya yakin akan berdampak besar terhadap perekonomian yang ada di Luwu utara,” pungkasnya.(byu)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *