Petugas UPTD JA Dinilai Kerja Tanpa Pamrih Tangani Covid-19, Banyak Rekan Petugas Diluar yang Ingin Donasi, Open Donasi Dibuka Terbatas, Malah Ada yang Sebar Fitnah,….

Petugas UPTD JA dinilai kerja tanpa pamrih dalam menangani Covid-19. Hal ini membuat banyak rekan-rekan petugas UPTD ingin membantu.

open donation
Open Donation mengatasnamakan UPTD JA namun sifatnya terbatas

Open donasi UPTD JA yang beredar di media sosial, terutama Facebook, rupanya tidak dibuat oleh pihak UPTD JA Kota Palopo, yang saat ini berganti nama menjadi PSC 119 JA Kota Palopo. Open donasi tersebut sama sekali tidak terkait dengan UPTD JA sebagai salah satu unit kerja di Dinas Kesehatan Kota Palopo.

Demikian disampaikan Syarfika Arifuddin, pemilik nomor rekening dalam flyer tulisan open donasi UPTD JA kepada KORAN SERUYA, Sabtu 28 Maret 2020

“Saya perlu menjelaskan, bahwa donasi UPTD JA ini bukan dibuat pihak UPTD JA (sekarang PSC 119 JA) dan tidak ada sangkutpautnya dengan UPTD JA,” kata Syarfika Arifuddin kepada KORAN SERUYA via WA.

Dijelaskan Syarfika Arifuddin, open donasi UPTD JA bermula dari story WA-nya, dimana petugas medis di UPTD JA membuat pelindung kepala dari plastik buku.

Beberapa teman-temannya sesama alumni SMAN 3 Palopo angkatan 2007 (Smanet 07) melihat story WA tersebut sangat prihatin, sehingga mengusulkan agar dibuka open donasi untuk membantu petugas medis UPTD JA.

Apalagi, selama ini, jelas Syarfika Arifuddin, alumni Smanet 07 telah beberapa kali membuat donasi untuk menyumbang, sehingga disepakati untuk membuka donasi untuk UPTD JA. Bahkan, sejumlah alumni Smanet 07 sepakat memakai nomor rekening Syarfika untuk memudahkan penyaluran bantuan.

“Jadi, open donasi ini tidak berlaku umum kepada masyarakat, tetapi dikhususkan bagi alumni Smanet 07,” jelas Syarfikah Arifuddin.

Sebelumnya, Walikota Minta Polres Palopo Tangani Penyebar “Open Donation UPTD JA”

Petugas UPTD

Syarfika Arifuddin sangat menyesalkan, karena niat baik mereka malah disalahartikan. Bahkan, dipolemikkan seolah-olah pihaknya mencari keuntungan pribadi di tengah mewabahnya virus corona.

“Niat teman-teman alumni Smanet 07 untuk membantu petugas medis di UPTD JA karena sangat membutuhkan APD untuk melindungi diri saat bertugas mengevakuasi pasien ODP dan PDP karena, malah diartikan lain. Padahal, open donasi tersebut tidak berlaku umum,” katanya.

Diakui Syarfika Arifuddin, ada dua flyer tulisan open donasi UPTD JA. flyer pertama memakai tertulis nama Syarfika Arifuddin dan nomor rekeningnya. Flyer tulisan ini dikhususkan bagi alumni smanet 07.

“Kami juga membuat flyer tulisan open donasi UPTD JA tanpa nomor rekening, tapi hanya kontak person. Flyer tulisan ini akan dikirimkan kepada salah seorang pengusaha di Surabaya yang berniat membantu petugas medis UPTD JA berupa APD, tetapi syaratnya harus dikirimkan flyer tulisan, makanya kami buat,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Palopo, Taufiek mengatakan, open donasi UPTD JA tersebut tujuannya baik untuk membantu petugas di PSC 119 JA Palopo, namun ada pihak-pihak lain yang mempersepsikan lain.

“Setelah kami telusuri, ternyata open donasi tersebut bertujuan membantu petugas medis di UPTD JA (sekarang PSC 119 JA), yang diperuntukkan di internal komunitas tertentu. Jadi, niat baik kadang ditanggapi negatif karena kurangnya pemaham,” kata Taufiek.

Atas kejadian ini, Taufiek mengatakan telah menjelaskan duduk masalah open donasi UPTD JA kepada Walikota Palopo, HM Judas Amir. “Beliau sudah memahami karena niatnya memang bertujuan membantu rekan-rekan medis yang kekurangan APD,” katanya.(cbd)

Read Previous

Walikota Palopo Pantau Sarana Kesehatan dan Publik

Read Next

Tahanan Lapas Dibolehkan Video Call

ADS AUTO

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *