Pilkada Serentak Ditunda, Tak Ada Lagi Status Petahana

Pilkada Serentak Ditunda, Tak Ada Lagi Status Petahana

Wabah Pendemi Virus Corona memang menghantam segala sendi, tak terkecuali bidang Politik. Penundaan Pilkada hingga Maret atau September 2021 disebut akan berdampak buruk pada calon yang berstatus petahana.

Saat digelar nantinya, tidak ada lagi calon incumbent atau petahana. Dari data yang diperoleh, masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sulsel akan berakhir pada 17 Februari 2021. Khusus Toraja Utara, Kalatiku Paembonan dan Yosia Rinto Kadang baru akan selesai pada 31 Maret 2021.

Pengamat Politk dari Universitas Bosowa (Unibos), Arief Wicaksono menyebut, Pilkada pada Maret atau September 2021 menjadi ajang Pertarungan Politik secara terbuka dimana masing-masing calon berstatus sama.

“Pasti akan menjadi kerugian buat petahana ya. Karena mereka akan digantikan oleh penjabat, tergantung situasinya. Mereka juga tidak bisa menggunakan alat untuk itu (memobilisasi ASN). Intinya petahana paling rugi dari situasi ini,” ungkap Arief Wicaksono dikutip dari laman sindo news.

“Tentu saja ada pertarungan secara adil. Kalau memang jadi diundur di opsi B (Maret 2021) dan C (September 2021), maka sebetulnya pertarungannya akan terbuka,” sebutnya.

Senada dengan itu, Pakar Politik dari Unhas, Andi Ali Armunanto juga berpendapat demikian.

Tiga Alasan Arsyad Kasmar Ikut Pilkada Luwu Utara, Sangat Memiriskan

“Justru malah bagus. Misalnya jika masa jabatannya sampai Februari, maka petahana bisa bertarung lebih adil. Dalam artian, mereka tidak memanfaatkan potensi ASN untuk dimobilisasi,” sebut Ali Armunanto.

Salah satu kandidat petahana untuk Pilkada Incumbent di Pilkada Lutra, Indah Putri Indriani menyampaikan, dirinya secara pribadi mendukung wacana pemerintah. Pilkada Serentak Ditunda. Pasalnya, kondisi saat ini tengah terjadi wabah pandemi virus Corona dan diprediksi hingga Oktober 2020.

Bahkan, Indah menyebutkan, tahapan pilkada kurang elok dilanjutkan di tengah wabah pandemi Covid-19. Bahkan, incumbent ini mengaku legowo Pilkada ditunda. “Pilkada urusan belakangan. Urusan kemanusiaan harus didahulukan,” kata Indah.

Indah mengajak seluruh masyarakat fokus melawan Covid-19. “Mari kita bersama-sama fokus melawan Covid-19,” katanya.(fik)

Read Previous

Relawan Desa Lawan Covid-19 Akan Dibentuk di Kabupaten Luwu

Read Next

Cara Dapatkan Token Gratis PLN, Bisa Via WA, Android dan Web

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *