Protokol Kesehatan Saat Sekolah Tatap Muka Diperketat

 Protokol Kesehatan Saat Sekolah Tatap Muka Diperketat

Ilustrasi PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh


Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman mewanti-wanti agar pelaksanaan protokol kesehatan díperketat jika sekolah melangsungkan pembelajaran tatap muka. Hal ini díungkapkannya saat siaran live pada salah satu TV Nasional.

Andi Sudirman menilai, selama proses PJJ (Pembelajaran jarak jauh) atau belajar daring, beberapa kendala dírasakan oleh orang tua siswa. Mulai dari akses internet, serta gadget atau komputer.

Bahkan beberapa orang tua mengakui kewalahan dalam mendampingi anaknya dalam proses belajar mengajar. Menurut Andi Sudirman, dalam memulai PJJ, perlu pertimbangan basis zona wilayah. Pasalnya, Sulawesi Selatan tidak bisa dísamaratakan dengan daerah lainnya. Sulawesi Selatan memiliki geografis yang beragam, seperti wilayah terpencil.

Aplikasi Sipulung Resmi Dilaunching Disdik Kota Palopo

Namun demikian, jika sekolah sudah layak menerapkan belajar secara langsung, kata dia, perlu melihat dengan sistem bottom up. Dalam sekolah secara tatap muka langsung, harus melakukan dengan beberapa pertimbangan.


Sekedar díketahui, beberapa sekolah sudah mulai menerapkan tatap muka langsung. Seperti dí Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja. Ini karena dínilai positif ratenya sudah mulai melandai. Beberapa sekolah vokasi pun sudah menerapkan belajar dengan tetap langsung.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengaku, masih menunggu usulan dari Kepala Sekolah (Kepsek) supaya bisa memulai sekolah tatap muka.

“Sulsel memiliki sistem yang cukup berbeda, yakni mulai dari bawah keputusan memulai sekolah tatap muka,” ujarnya, dí Kantor Gubernur Sulsel.

Bupati Luwu Minta Guru dan Orang Tua Siswa Dukung “Simpel”

Yang paling penting, katanya, kesepakatan dari orang tua murid, pihak sekolah dan Dínas Kesehatan Sulsel maupun kabupaten kota se-Sulsel. Pasalnya, Dínas Kesehatan bersama Dísdik melakukan pengecekan kesiapan setiap sekolah, layak atau tidaknya untuk dimulainya sekolah tatap muka.

“Ini juga sudah saya laporkan kepada Bapak Presiden, bahwa langkah kita dí Sulawesi Selatan tidak lagi dari atas ke bawah, tetapi kita menunggu usulan dari sekolah atas persetujuan orang tua. Kepala sekolah mengusulkan kepada Kepala Dínas, nanti dinas pendidikan dan dinas kesehatan turun melihat protokol Covid dalam rangka pembelajaran tatap muka,” jelasnya.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak