Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Terkendala Pembebasan Lahan

 Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Terkendala Pembebasan Lahan

Pembangunan jalur rel Kereta api Makassar-parepare saat ini terkendala pembebasan lahan. Wakil Bupati Maros menyebut ada oknum yang menghalang-halangi


Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Terkendala Pembebasan Lahan

Proyek strategis nasional yang diatur dalam Perpres, yakni, Pembangunan kereta api Makassar – Parepare saat ini masih terkendala di pembebasan beberapa lahan.

Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang, membeberkan, ada oknum yang berusaha menghalang-halangi proses pembebasan lahan. Namun demikian, Ia berjanji, akan secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut, dengan melibatkan Forkopimda.

“Kita akan libatkan Forkopimda, semoga bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Wakil Bupati.


Hal ini terungkap saat Rapat terkait Pembangunan Jalur Kereta Api Makassar – Parepare.

Terkait Proyek Jalur Kereta Api, Kemenhub Budi Karya Mengatakan

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memimpin Rapat yang juga tampak hadir Sesditjend Perkeretaapian Zulmafendi, Kepala Balai Kereta Api Jumardi, dan semua stakeholder terkait.

Abdul Hayat mengatakan, kereta api merupakan proyek strategis nasional, dan terpantau langsung oleh Presiden dan Menteri Perhubungan, setiap pekannya. Rapat dengan semua stakeholder terkait juga lakukan setiap minggu, untuk mengevaluasi progres pembangunannya.

Kunci Pilkada Sehat, Terapkan Protokol Kesehatan

“Dengan sinergitas, kolaborasi, dan kerjasama semua pihak, saya optimistis proyek ini bisa rampung sesuai target,” kata Abdul Hayat.

Sementara, Sesditjend Perkeretaapian, Zulmafendi, mengatakan, setiap pekan harus lakukan evaluasi. Pertama, terkait progres pembebasan lahan. Kedua, soal progres pembangunan fisik.

Kabupaten Maros, menurut Zulmafendi, adalah daerah yang penting dalam rencana kereta api ini. Pasalnya, Mandai dan Bandara Sultan Hasanuddin akan menjadi titik sentralnya.

Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Sempat Berubah

“Mandai akan jadi pusat integrasi perkeretaapian,” ungkapnya.

Zulmafendi berharap agar kendala pembebasan lahan dapat secepatnya teratasi.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah untuk menyelesaikan,” pungkasnya.

Sekedar Informasi, empat Proyek Utama bidang Perhubungan Tahun 2021 tersebut yakni jaringan pelabuhan terpadu yang dalamnya terdapat penyelesaian Pelabuhan Patimban, subsidi jembatan udara 37 rute Papua, KA Makassar—Parepare, serta sistem angkutan massal perkotaan pada enam wilayah metropolitan.

Adapun Ditjen Perkeretapaian sudah melaksanakan kerja sama pembangunan jalur kereta api Makassar—ParePare jalur Pangkep—Maros melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dengan besaran Rp2,63 triliun.(ish)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *