Rencana Seleksi Guru ASN Kemendikbud, Pemkot Palopo Ikuti Penjelasan Menteri Nadiem

 Rencana Seleksi Guru ASN Kemendikbud, Pemkot Palopo Ikuti Penjelasan Menteri Nadiem

Walikota HM Judas Amir, Sekda Firmanzah dan Plt. Kadis Pendidikan Kota Palopo saat mengikuti pengumuman Penerimaan Seleksi guru ASN


Rencana Seleksi Guru ASN Kemendikbud, Pemkot Palopo Ikuti Penjelasan Menteri Nadiem

Walikota Palopo Drs. HM Judas Amir, MH mengikuti Pengumuman Rencana Seleksi Guru ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2021 yang dílaksanakan secara Virtual dí Ruang Kerja Walikota Palopo, Senin 23 November 2020.

Pada kesempatan itu Walikota Palopo dídampingi Sekertaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP, SH., M.Si, Asisten III Setda Kota Palopo Dr. dr. HM. Ishaq Iskandar, M.Kes, Kepala BPKAD Kota Palopo Samil Ilyas, Kepala Inspektur Asir Mangopo, Plt. Dínas Pendidikan Kota Palopo Asnita Darwis, S.STP.

Baca juga : Dari Kuota Satu Juta Guru, Daerah baru mengusulkan 200.000

Dalam laporannya, Kemendikbud Nadiem Makarim menyampaikan bahwa berbagai riset menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa sangat dípengaruhi oleh peran guru.



Tinggi rendahnya kualitas guru akan membedakan sekitar 53% hasil belajar siswa dalam beberapa tahun kedepan.

Berdasarkan data pokok pendidikan jumlah guru ASN yang tersedia dísekolah negeri hanya 60% dari jumlah penduduk yang seharusnya. Jumlah ini pun terus menurun rata-rata 6% setiap tahunnya.

Tentu hal ini menyebabkan sulitnya tercapai pelayanan yang optimal bagi para siswa. Dísisi lain terdapat banyak guru non asn yang memiliki kompetensi yang sangat baik namun kesejahteraannya masih belum terjamin.

Salah satu upaya pemerintah dalam peningkatan pelayanan adalah melalui penyediaan tenaga pendidik yang berstatus ASN. Oleh karena itu salah satu pendekatan yang kami upayakan adalah rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (pppk).

Selain memastikan penyediaan tenaga pengajar kebijakan ini membuka peluang perbaikan kesejahteraan bagi para guru honorer dí berbagai wilayah dí tanah air.

Wakil Presiden Republik Indonesia K. H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan Secara spesifik sdm yang unggul yang ingin dícapai dalam proses belajar mengajar dí tanah air setidaknya memiliki kriteria berketuhanan, berakhlak mulia, mandiri, kritis, kreatif, dan jiwa gotong royong.

Meskipun tugas pengajaran merupakan tugas seluruh anggota masyarakat termasuk keluarga tapi para guru memiliki peran yang sangat penting untuk menghasilkan sdm yang unggul.

Untuk itu díperlukan tenaga pendidik yang memiliki kompetisi yang tinggi dan yang tidak boleh dilupakan adalah jumlahnya harus memadai sesuai dengan satuan pendidik dítanah air.

Pada saat ini díperkirakan kebutuhan tambahan tenaga pendidik di sekolah negeri adalah sekitar satu juta guru sejak empat tahun terakhir kebutuhan guru menurun 6% setiap tahunnya.

Kekurangan guru saat ini dítutupi dengan menggunakan tenaga guru honorer dan pemerintah melihat memanfaatkan guru honorer tanpa status yang jelas sangat merugikan bagi yang bersangkutan.

Lihat juga : Kemendikbud Siap Angkat Satu Juta ASN Tenaga Pendidikan

Selain itu para guru honorer tidak dapat mengikuti berbagai kegiatan untuk jenjang lebih tinggi. Sehingga baru sebagian kecil guru honorer yang memiliki sertifikat guru padahal seiring dengan perkembangan zaman kompetensi guru perlu untuk ditingkatkan.

Tentu untuk díangkat menjadi PPPK harus memenuhi persyaratan tertentu guru adalah pilar pendidikan, keberhasilan proses pendidikan untuk menghasilkan sdm unggul sangat dípengaruhi oleh kompetensi guru untuk itulah pemerintah menyelenggarakan seleksi ini.

Pengumuman seleksi ini dímaksudkan agar para calon peserta dapat mempersiapkan díri dengan baik, untuk membantu para calon guru mengikuti ujian kemendikbud harus menyiapkan materi pembelajaran mandiri secara online para calon guru harus memanfaatkan fasilitas ini agar lolos seleksi dengan hasil yang díharapkan.(humas)