Revisi UU Pilkada Diprediksi Alot, Kemungkinan akan Tetap 2024

 Revisi UU Pilkada Diprediksi Alot, Kemungkinan akan Tetap 2024

Penentuan Revisi UU Pemilu terkait jadwal pelaksanaan Pilkada dípastikan akan berlangsung alot. Pasalnya, sembilan partai politik pemilik kursi DPR RI pada Komisi II yang bertugas membahas RUU ini memiliki sikap berbeda-beda terkait Revisi tersebut. Ada parpol yang menolak, menerima, serta ada juga yang masih mencermati atau belum memberikan sikap tegas.

Ketua Komis II yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan terus mencermati usulan sejumlah partai politik parpol terkait pembahasan RUU Pemilu.

Doli Kurnia mengatakan, awalnya seluruh fraksi di Komisi II DPR RI awalnya sepakat untuk membahas Revisi UU Pilkada. Doli mengira, setiap anggota telah menjalin komunikasi dengan pimpinan fraksinya masing-masing sebelum menyepakati pembahasan RUU Pemilu dílakukan.

“Awalnya, di Komisi II semuanya sepakat. Saya kira anggota fraksi masing-masing partai di Komisi II setelah RUU ini dísusun mengomunikasikan ini ke pimpinan partai masing-masing. Sekarang ada perkembangan yang berbeda,” ujar Ahmad Doli.



Informasi yang díhimpun, partai yang menolak RUU Pemilu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara itu, partai yang menyetujui adanya RUU Pemilu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), NasDem, serta Demokrat.

Tiga partai lainnya, yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Golkar belum memberikan sikap yang tegas.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa RUU Pemilu tidak perlu dílakukan. Menurutnya, pemerintah dan DPR sebaiknya fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

“Pemerintah dan DPR RI tidak perlu membuang-buang energi yang berpotensi ketegangan politik akibat seringnya perubahan UU Pemilu. Lebih baik fokus kita mengurus rakyat agar segera terbebas dari Covid-19. Pelaksanaan Pilkada yang penting untuk dievaluasi, bukan perubahan UU-nya” kata Djarot.

Senada, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai pembahasan RUU Pemilu belum perlu dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini.

“PAN berpendapat bahwa UU tersebut belum saatnya untuk direvisi,” kata pemilik sapaan akrab Zulhas itu.

Demikian halnya anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PPP Nurhayati Monoarfa. Ia menyatakan bahwa pembahasan RUU Pemilu belum relevan untuk dilakukan saat ini.

“Saya pikir di draf RUU Pemilu belum tentu dibahas dan kami Fraksi PPP berpendapat bahwa RUU [Pemilu] belum relevan untuk diubah,” kata Nurhayati.

Partai yang Setuju Revisi UU Pemilu

Yang menyetujui, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKB Luqman Hakim. Ia menyatakan bahwa pembahasan RUU Pemilu perlu dilakukan saat ini.

“Pembahasan revisi UU Pemilu perlu dílakukan sekarang, mumpung masih jauh dari pelaksanaan Pemilu 2024,” kata Luqman.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi NasDem Saan Mustofa menyatakan partainya mendukung pembahasan RUU Pemilu dílakukan. Menurutnya, pandemi Covid-19 seharusnya tidak mengganggu proses legislasi di DPR.

“Kalau soal legislasi kan enggak terganggu lah dengan Covid-19,” kata Saan.

“Ini sudah mulai kita coba selesaikan di di Komisi II yang membidangi soal politik dalam negeri ya, kita concern untuk membangun tatanan politik yang lebih stabil ke depan,” imbuhnya.

Partai Demokrat juga mendorong pembahasan RUU Pemilu dílakukan. Bahkan, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mendorong agar penurunan presidential threshold dan normalisasi penyelenggaraan pilkada menjadi 2022 dan 2023 dílakukan.

“Demokrat setuju normalisasi penyelenggaraan Pilkada 2022 dan 2023 dalam RUU Pemilu, termasuk di dalamnya Pilkada DKI dígelar pada 2022,” kata Herzaky.

Sekedar díketahui, pada periode 2019-2024 jumlah partai pemilik kursi di Komisi II DPR RI adalah PDI sebnayak 11 Kursi, PAN 4 Kursi dan PPP sebanyak 2 kursi.

PKB sebanyak 3 Kuris, Nasdem 5 Kursi, Demokrat sebanyak 3 Kursi. Golkar 6 Kursi, Gerindra 6 kursi dan PKS 4 kursi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak