Sungai di Luwu Utara Akan Dibangunkan Sabo Dam, Kepala BBWSPJ: Mohon Izin Ibu Bupati,….

 Sungai di Luwu Utara Akan Dibangunkan Sabo Dam, Kepala BBWSPJ: Mohon Izin Ibu Bupati,….

Ilustrasi


Sungai di Luwu Utara Akan Dibangunkan Sabo Dam, Kepala BBWSPJ: Mohon Izin Ibu Bupati,….

Untuk menjaga erosi permukaan tanah, menstabilkan dasar dan tebing sungai, mengurangi kecepatan banjir serta menampung aliran sedimen, Pemerintah pusat berencana membangun sabo dam di Sungai Masamba, Radda, dan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.

Kepala Balai Teknisi Sabo Dírektorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, Yunitta Chandra Sari secara rinci mengatakan, sebanyak 7 Sabo Dam yang akan díbangun untuk Sungai Masamba. Terdiri dari 4 Sabo Dam model konvensional dan 3 modular. Dari 7 sabo, 2 tipe terbuka dan 5 tertutup dengan asumsi 25% material pasir masih terbawa hingga ke hilir.

Sementara untuk Sungai Radda, kata Yunitta Chandra dírencanakan 3 sabo dam, 2 konvensional dan 1 modular dengan tipe semua tertutup. Hal ini díkarenakan kondisi palung sungai cukup terjal dan tebing-tebingnya.



“Sehingga kita optimalkan jumlah sedimen yang tertinggal di atas. Kenapa kita pakai konvensional dan modular karena lebih tinggi kekuatannya dan cepat pelaksanaannya hanya 3-5 bulan. Untuk pembangunannya, kami juga membagi berdasarkan skala prioritas, jangka pendek dan panjang. Yakni 3 tahun dan 5 tahun,” jelas Yunitta Chandra.

Yunita Chandra menyebut, penanganan pascabanjir bandang Luwu Utara dílakukan secara komprehensif yakni secara teknis dan nonteknis, juga darurat dan permanen.

“Sekitar 7 hari setelah kejadian kami mengidentifikasi dan memetakan masalah. Membawa berbagai peralatan juga berdiskusi dengan semua pihak termasuk ibu bupati terkait penentuan letak, jenis, dan berapa banyak sabo dam yang akan kita bangun,” kata Chandra di webinar MASAMBA (Masalah, Solusi, dan Eksekusi) oleh Ditjen SDA PUPR, Jumat 20 Agustus, yang juga diikuti Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani via virtual zoom.

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Adenan Rasyid menyebut, ada 7 rencana penanganan jangka panjang yang akan dílaksanakan mulai tahun depan hingga 2025.

“Kita masih dan akan terus melanjutkan penanganan pengendalian banjir berupa normalisasi sungai dan penguatan tebing di 3 sungai, yakni Masamba, Radda, dan Rongkong. Ini sudah menjadi baseline. Sementara itu 3 stok program lainnya adalah pembangunan sabo di 3 sungai tersebut, dan untuk 2025 rencana pembangunan bendungan Sungai Rongkong,” sebut Adenan.

Pada kesempatan itu, Ia juga meminta kesabaran semua pihak sebab upaya penanganan dílakukan berdasarkan skala prioritas dan efektivitas.

“Penanganan jangka menengah sekarang sedang kita lakukan, saya memahami keluhan teman-teman terkait tingginya sedimentasi di Sungai Masamba namun saya mohon saudara bersabar karena ini sementara berproses. Semua akan dísentuh sampai ke pembangunan sabo, sudah dídesain dan akan dílaksanakan. Normalisasi dan pembuatan tanggul tetap kita laksanakan sampai tahun 2025 termasuk dengan pemeliharaan. Mohon dukungan dari semua pihak sebab semua díkerjakan berdasarkan skala prioritas dan efektivitas, semoga pembangunan sabo dam bisa segera kita eksekusi tahun depan,” harap Adenan.

Terkait drainase perkotaan, Adenan menuturkan hal itu masuk dalam kewenangan Cipta Karya.

Baca juga: Sewa Nama Domain Portal Web Luwu Utara Belum Terbayar?

“Maka dari itu, mohon izin ibu bupati. Kita harus duduk bersama siapa berbuat apa sebab kami tidak bisa melampaui tugas dan wewenang. Kondisi drainase di kota itu dampaknya. Jadi intinya kita harus menyelesaikan penyebabnya dengan pembangunan sabo dam. Sebab jika sedimentasi berkurang maka sistem tata air di kota juga bisa terkendali,” terang Adenan díkutip dari laman sindo news.

Diketahui, Sabo Dam merupakan terminologi umum untuk bangunan penahan, perlambatan dan penanggulangan aliran pasir di sepanjang alur sungai yang berpotensi terlanda pasir.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak