Tarian Moriringgo Suku Padeo Ditetapkan Sebagai WBTB

 Tarian Moriringgo Suku Padeo Ditetapkan Sebagai WBTB

Siang Penetapan secara Virtual


Tarian Moriringgo Suku Padeo Ditetapkan Sebagai WBTB

Kadis Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Hamris Darwis mengikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2020. Sidang ini terselnggara oleh Direktorat Perlindungan secara Virtual Zoom Meeting tanggal 06-09 Oktober 2020.

Setelah melewati Rapat Penilaian Tim Ahli WBTB ke-2. Pada sidang tersebut, ada 3 (tiga) karya budaya (WBTB) Sulawesi Selatan yang tersetujui. Ketiganya lanjut pada tahap Sidang Penetapan WBTB Tahun 2020.

Beasiswa Luwu Timur Sasar Guru dan Mahasiswa

Ketiga karya budaya Sulsel tersebuti ialah Tari Sere Bissu Maggiri dari Kabupaten Bone. Juga Kawali Gecong Kabupaten Bone, dan Tari Moriringgo Kabupaten Luwu Timur.


“Hari ini saya bersama Maestro Tarian Moriringgo Suku Padeo mengikuti Sidang Penetapan Karya Warisan Budaya d|adapan para ahli Budaya dan maestro budaya nasional serta tim Pokja penilaian karya budaya nasional,” tutur Kadis Parbudmudora Lutim, Hamris Darwis usai mengikuti sidang tersebut.

Lebih lanjut Hamris mengatakan, kegiatan ini terlaksana secara virtual Meeting dengan menghadirkan langsung Pemerintah daerah dan maestro budaya yang diusulkan menjadi warisan budaya nasional.

“Pada kesempatan tersebut, saya mewakili Pemda Sulsel memaparkan karya budaya yang d|usulkan d|depan para ahli dan pakar budaya nasional secara virtual pada D|nas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel,” tandas Hamris.

Beasiswa Pasca Sarjana Pemkab Luwu Timur Telah Sasar 98 Guru

Pada laman Wikipedia, Tari Moriringgo adalah tari rakyat asal Sulawesi Selatan yang sejak dahulu sampai sekarang terlestarikan oleh suku Padoe. Tarian syukuran ini sering setelah selesai melaksanakan padungku (panen). Arti kata moriringgo merupakan “rintangan”. Selain pada acara syukuran karena panen yang berhasil, juga pada acara syukuran menyambut Pongkiari yang pulang berperang dan menang, serta acara syukuran menyambut Saliwu waktu pulang dari Palopo menebang pohon Langkanae.

Suku Padoe sendiri adalah suku yang berdiam pada Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Suku Padoe tersebar pada Kecamatan Wasuponda, Towuti, Mangkutana, dan Nuha. Mereka banyak terdapat pada daerah pegunungan dan lembah di Luwu Timur.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *