Tempat Pelaksanaan Shalat Id di Makassar Versi Gubernur Berbeda

Tempat pelaksanaan shalat Id di Kota Makassar abu-abu. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengimbau kepada masyarakat melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah. Sementara Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Yusran Yusuf memperbolehkan shalat di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pemkot Makassar sendiri dikabarkan telah menggelar rapat terbuka bersama ulama. Salah satu agenda Rapat tersebut adalah membahas pelaksanaan sholat Idul Fitri di tengah pandemi corona.

Rapat diikuti oleh Kapolrestabes Makassar, Ketua MUI Makassar, Ketua Wahda Islamiyah Makassar, perwakilan NU Makassar dan sejumlah ulama dari organisasi islam di kota Makassar, dan TNI.

Usai rapat, Penjabat Wali Kota Makassar Yusuf Jusuf mengatakan Pemerintah Kota Makassar membolehkan warga salat Idul Fitri di masjid dengan tetap mengacu pada protokol Covid-19.

Baca juga

Pihaknya akan melakukan sterilisasi satu hari sebelum lebaran di masjid. Selain itu pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ihwal SOP lebaran.

“Kita akan pastikan Tempat Pelaksanaan Shalat Id di Makassar steril. Kita ada di masing-masing masjid dan ada pengecekan suhu tubuh,” kata Yusran di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar beberapa waktu lalu.

Yusran menegaskan bahwa lebaran Idul Fitri berlangsung di masjid kompleks masing-masing bukan di lapangan. Hal itu, kata dia, untuk menghindari terjadinya pengumpulan dari orang yang tak diketahui.

Baca juga

Bila shalat di masjid masing-masing, kata dia, warga sudah saling mengenal dan memahami kondisi masing-masing.

Sementara itu, Nurdin Abdullah mengaku, pelaksanaan tersebut merupakan langkah pemerintah pusat untuk mencegah penularan Covid-19.

“Imbauan shalat Id di rumah ini berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Agama, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala BNPB Selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan para Gubernur Se-Indonesia,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Covid-19 membuat masyarakat diminta melaksanakan shalat Id di rumah masing-masing. “Sekiranya ada masyarakat yang tetap melaksanakan shalat Id, baik itu di lapangan atau di masjid, terutama daerah yang masih zona hijau atau terjadi perlambatan peningkatan, mohon Forkopimda dan Satpol PP untuk melakukan pengamanan dengan protokol kesehatan secara ketat,” urainya.(red)

Read Previous

ASN Masuk Kantor Tanggal 22 Mei, Sebelumnya Dilarang Mudik

Read Next

MPC PP Luwu Bakti Sosial di Larompong, Musriadi: Sekaligus Silaturrahmi

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *