Gubernur Sulsel Tak Terdampak Virus Corona, Pasca Interaksi dengan Kemenhub

Gubernur Sulsel Tak Terdampak Virus Corona, Pasca Interaksi dengan Kemenhub

Nurdin Abdullah menjalani termo scan

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah yang melakukan termo scan sebelum melepas peserta jalan sehat Gathering dan Temu Alumni Dies Natalis ke-68 Fakultas Hukum Unhas, di Pelataran Fakultas Hukum Unhas, Minggu (15/3/2020) dinyatakan tidak berdampak virus corona.

Suhu tubuh Gubernur yang sempat berinteraksi langsung dengan Menhub Budi Karya dalam keadaan normal. “Suhu tubuhnya 35,7 (derajat celcius),” kata Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah. Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof dr Budu menimpali, suhu tubuh ini masih dalam suhu normal.

“35,7 itu suhu normal, suhu normal itu manusia 36 koma sekian. Ini lebih cool. Itu tidak ada indikasi demam menurut WHO,” jelasnya.

Diketahui, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dinyatakan positif virus corona COVID-19 dalam konferensi pers di Istana Negara Sabtu kemarin. Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Budi Sulistya menyebut Budi Karya merupakan pasien dengan nomor kasus ke-76 di Indonesia.

Sebelum dinyatakan positif, Menhub Budi Karya masih berkegiatan dalam dua minggu terakhir, rinciannya kunjungan ke kantor Harian Rakyat Merdeka pada 20 Februari, kemudian meninjau proyek Kereta Cepat di Purwakarta dan Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, pada 23 Februari 2020.

Setelah itu, Menhub Budi menghadiri acara diskusi Ibu Kota Negara di Hotel Sultan pada 26 Februari. Berlanjut kunjungan ke Luwu dan Toraja meninjau bandara pada 28-29 Februari 2020.

Pada 1-2 Maret 2020, Menhub Budi menjemput awak kapal Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang positif terdampak virus corona dari Jepang.

Kemudian Menhub sempat berfoto dengan wartawan istana negara pada 4 Maret 2020 dan terakhir pada 11 Maret, Menhub masih menghadiri rapat terbatas di Istana Negara serta bertemu perwakilan Belanda.

Mobilitas Menhub memang dikenal sangat tinggi. Ia bisa melakukan kunjungan ke beberapa daerah dalam sehari, seringkali menggunakan helikopter atau pesawat khusus. Ia juga kerap kali bekerja tujuh hari seminggu tanpa libur untuk mengecek infrastruktur transportasi meskipun Ia memiliki riwayat sakit asma sejak lama.

Menhub jatuh sakit gejala tifus setelah beberapa waktu lalu melakukan rangkaian kunjungan kerja ke luar kota selama beberapa hari ke Toraja, Luwuk, Wakatobi, Makassar, Pare Pare, Kertajati dan Indramayu.

“Beliau tengah dalam perawatan di rumah sakit karena penyakti tifus dan asma yang sudah lama diderita,” kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Adita Irawati saat itu.

Sementara ini tugas Menhub digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan. “Seperti sudah disampaikan Pak Mensesneg, Menhub interim Luhut B Panjaitan, Menko Maritim dan Investasi,” kata Adita.(fik)

Read Previous

Gula Pasir Langka, Gubernur Sulsel Minta Minum Teh Tawar

Read Next

FKJ Imbau ASN Terapkan Pola Hidup Sehat

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *