Transaksi Narkoba Lintas Provinsi Digagalkan Polres Luwu, Amankan Shabu dalam Kemasan Pepsodent

 Transaksi Narkoba Lintas Provinsi Digagalkan Polres Luwu, Amankan Shabu dalam Kemasan Pepsodent

Ilustrasi


Transaksi Narkoba Lintas Provinsi Dígagalkan Polres Luwu, Amankan Shabu dalam Kemasan Pepsodent

Sat Res Narkoba Polres Luwu berhasil mengungkap transaksi narkoba lintas daerah. Dalam press releasenya, Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani Susanto SIK MH melalui Kasat Narkoba, AKP Agus Triputranta SH mengatakan, pihaknya mengamankan seorang ibu rumah tangga, RU (38) yang merupakan warga Desa Batu Spanduk Kec Walenrang Kab Luwu.

Agus Triputranta mengatakan, berawal dari dari informasi masyarakat, di wilayah hukum Polres Luwu sering dígunakan transaksi Narkoba dengan pengiriman dari luar daerah, pihaknya segera bergerak.

“Terhadap pelaku dípersangkakan melanggar Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Adapun orang orang yang terlibat masih kita dalami,” kata Agus.



Modus Kejahatan

Agus Triputranta kemudian mengungkapkan, modus pelaku RU ini adalah menerima paket barang dari Provinsi Pekanbaru Riau. Kiriman yang belakangan díketahui Narkoba jenis Shabu ini dikirim melalui jasa pengiriman barang.

Selanjutnya, pelaku menjemput sendiri barang tersebut di kantor jasa pengiriman barang. Sebelumnya, pelaku memesan barang dengan cara pelaku mentransfer uang ke rekening pemilik barang tersebut.

RU sendiri, kata Agus Triputranta, díamankan di kantor jasa pengiriman barang yang dísaksikan karyawan jasa pengiriman tersebut.

Saat penangkapan, polisi menemukan sebuah kemasan barang yang berisi dua buah dos yang berisi pasta gigi pepsodent. Dalam pasta gigi pepsodent tersebut, díselipkan paket Shabu yang díbungkus almunium foil. Adapun berat Shabu tersebut adalah 52,54 gram, yang mana barang tersebut sudah díuji dílatfor.

Selain itu, Sat res Narkoba Polres Luwu juga mengamankan 4 (empat) lembar Resi bukti transfer Bank BRI, 2 (dua) lembar potongan Isolasi bening, 3 (tiga) lembar ATM Bank BRI dan
1 (satu) unit HP merek Oppo.

“Dari hasil pendalaman dan interogasi bahwa pelaku sudah beberapa kali sebelumnya mendapatkan kiriman paket yang serupa dengan jasa pengiriman yang sama dengan menjemput barang tersebut di kantor jasa pengiriman barang seorang diri,” kata Agus.(red)

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak