UMP Sulawesi Selatan Naik 2 Persen

 UMP Sulawesi Selatan Naik 2 Persen

Gubernur Sulawesi Selatan saat konfrensi pers terkait kenaikan UMP 2021


UMP Sulawesi Selatan Naik 2 Persen

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah resmi mengumumkan kenaikan Upah Minimum Propinsi Sulawesi Selatan sebesar 2 persen.

Kenaikan ini tentu saja bertentangan dengan surat edaran Kemenaker nomor M/11/HK.04/X/2020. SE tersebut tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenaker meminta para gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum tahun 2021. Yang mana penyesuaiannya sama dengan nilai upah minimum tahun 2020 sebelumnya.



Buruh Tolak UMP 2021, Ancam Unjuk Rasa Se-Indonesia

Namun demikian, Nurdin menjelaskan, dasar penetapan UMP ini adalah Undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 89 ayat 3. Selain itu, pihaknya juga mengacu ke PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Di dalamnya kata Nurdin, pada pasal 41 ayat 1 gubernur menetapkan upah minimum sebagai jaring pengaman dan Pasal 43 ayat 1, penetapan minimun ditetapkan tiap tahun.

“Penetapan UMP ini hasil kesepakatan Apindo dan serikat buruh dan Pemerintah Pemprov Sulsel. Yakni bahwa ada kenaikan 2 persen UMP Sulsel tahun ini. Dari Rp3.103.800 menjadi Rp3.165.000,” tegas Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dalm confrensi persnya dirilis Minggu, 01 Nopember 2020.

UMP Jawa Tengah Naik 3,27 Persen, Ikut PP 78/2015

Nurdin Abdullah mengungkapkan, UMP Sulawesi Selatan umumnya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 ada kenaikan 11,11 persen. Kemudian, 2018 kenaikan 5,9 persen, 2019 kenaikan 8,03 persen dan tahun 2020 8,51 persen.

“Berdasarkan hasil dewan pengupahan ini maka ditetapkan SK Gubernur nomor 14/15/X/2020 tanggal 27 Oktober 2020 tentang penetapan UMP Sulsel tahun 2021,” ujar Nurdin Abdullah.(ish)