Wacana Pilwalkot Palopo Bergulir, FKJ: Fokus di Covid-19 Dulu

Wacana Pilwalkot Palopo Bergulir, FKJ: Fokus di Covid-19 Dulu. Pemerintah, DPR dan lembaga penyelenggara pemilu menyepakati bahwa Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang.

Kesepakatan itu telah muncul dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan DKPP pada akhir bulan Mei kemarin.

Kesepakatan ini sendiri didasarkan pada penjelasan KPU, kebijakan dan pengendalian yang dilakukan oleh pemerintah saat pandemi virus corona. Juga, sekaligus saran serta dukungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Saran dan usulan Gugus Tugas terkait pilkada serentak itu disampaikan dalam Surat Ketua Gugus Tugas Nomor: B 196/KA GUGAS/PD.01.02/05/2020 Tanggal 27 Mei 2020.

Secara umum, dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, ada 12 di antaranya akan menggelar pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2020. Di Luwu raya, ada dua daerah, yakni Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur. Yang lainnya, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Selayar.

Meski hanya 12 kabupaten, geliat Politik di Kota Palopo seperti “terkontaminasi”. Wacana Pilwalkot Palopo Bergulir Di laman Media Sosial. Beberapa figur yang dijagokan untuk menjadi Walikota periode setelah Walikota Palopo saat ini, HM Judas Amir mulai dimunculkan oleh para simpatisan.

Nama yang dijagokan

Sebutlah, Haidir Basir, Hamzah Jalante, Zirmayanto, Akhmad Syarifuddin, Budi Sada, Rahmat Masri Bandaso, Hj Nuraeni, Farid Kasim Judas dan lainnya.

Salah satu calon Walikota Palopo, FKJ, akronim Farid Kasim Judas hanya tersenyum. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palopo yang ditemui di kediamannya, Minggu, 7 Juni 2020 ini mengatakan, dirinya belum terfikir untuk terlibat langsung pada dunia politik. Pasalnya, kata FKJ, saat ini dirinya adalah abdi masyarakat.

“Kalau ada yang menyebut saya sebagai calon walikota, saya ucapkan terima kasih. Tapi saat ini saya fokus dulu sebagai pelayan masyarakat. Belum terfikir,” ujar pembina organisai kemasyarakatan FKJ Brother ini.

Terlebih saat ini, sambung FKJ, pemerintah sedang fokus menangani wabah Covid-19.

“Biarlah dulu isunya bergulir di daerah tetangga. Toh Pilwalkot Palopo masih sangat lama,” kunci FKJ.(fik)

Read Previous

Bupati dan Wakil Bupati Luwu Tinjau Langsung Lokasi Banjir

Read Next

Walikota Palopo Minta Kepsek Kreatif dan Berinovasi

ADS AUTO

One Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *