Walhi Minta Aktivitas Tambang di Luwu Timur Ikuti Prosedur!

 Walhi Minta Aktivitas Tambang di Luwu Timur Ikuti Prosedur!

Ilustrasi (Arsip)


Walhi Minta Aktivitas Tambang di Luwu Timur Ikuti Prosedur!

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) wilayah Sulawesi-Selatan, Muhammad Al Amin menegaskan dukungan atas ketegasan pemerintah dalam penegakan hukum, terhadap aktivitas perusahaan pertambangan Nikel yang tidak mematuhi standar
pengelolaan lingkungan.

Hal ini menyikapi perihal aktivitas penambangan Nikel yang dilakukan PT. Prima Utama Lestari (PUL) dan PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) di kabupaten Luwu Timur.

Dalam pantauan Walhi dan berdasarkan informasi masyarakat di Luwu Timur, kata Al Amin, dua perusahaan tambang Nikel di Luwu Timur ini disebutkan melakukan aktivitas penambangan yang tidak sesuai dengan prosedur.


Ngeri !!! Akibat Lumpur Tambang CBP, Lewati Jalan Penghubung Sulteng-Sultra Ibarat Menantang Maut

“Mereka tidak melakukan penambangan dengan tepat. Begitupun dalam konteks pengelolaan lingkungan, serta pengelolaan limbah itu tidak sesuai dengan standar yang ditentukan atau yang dianjurkan atau dibuat oleh perusahaan-perusahaan Nikel,” jelas Al Amin.

Hanya saja, lanjut Al Amin, hingga saat ini tidak ada ketegasan dari pemerintah baik pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah terkait dorongan atau desakan
untuk penghentian sementara kegiatan tambang. Walhi Minta Aktivitas Tambang ikut prosedur.

Al Amin menyebut, jika kegiatan tambang ini beroperasi dengan model pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai dengan standar ataupun teori dengan model yang sudah
ditentukan. Hal tersebut tentunya akan berisiko terhadap lingkungan. Bahkan masyarakat setempat maupun ekosistem lainnya juga akan terkena dampak.

“Jadi teman-teman Walhi meminta agar pemerintah propinsi maupun daerah bisa mengambil sikap yang tegas. Segera bekukan dulu sementrara kegiatan usaha pertambangan
milik kedua perusahaan ini. Sampai kemudian masyarakat memang memberi “ lampu hijau’ dan perusahaan memenuhi standar-standar pengelolaan lingkungan yang tepat, sesuai
dengan standar dan prosedurnya,” ujar Al Amin.

Terciduk Saat Angkut Material Tambang Emas Ilegal, Warga Mantikulore Kota Palu Ditangkap Polisi di Sigi

Dia membeberkan, Pada tahun 2020 lalu, limbah PT. PUL itu sudah meluap hingga membanjiri dan menggenangi jalan poros Propinsi Lutra-Lutim.

“Kita tidak ingin kondisi ini terjadi pada perusahaan lainnya seperti PT. CLM. Oleh karena itu, Walhi meminta pemerintah propinsi dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Lingkungan
Hidup (KLH) untuk turun tangan melakukan pemantauan dan penegakan hukum terhadap perusahaan ini dengan membekukan sementara usaha pertambangannya. Dan pihak
perusahaan diminta untuk legowo menghentikan sementara tambangnya hingga memenuhi kriteria dan standar pengelolaan lingkungan yang benar,” paparnya.

“Sebenarnya, yang terpenting adalah meminta masukan (berkonsultasi) dengan masyarakat apakah mereka dibolehkan untuk melanjutkan kegiatan tambang atau tidak,” pungkas Muhammad Al Amin.(nur)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak