Walikota Makassar Tak Berdaya, Kebijakannya Dinilai Merugikan

Walikota Makassar Tak Berdaya, Kebijakannya Dinilai Merugikan

Kebijakan Walikota Makassar ibarat bola muntah. Membolehkan masyarakat gelar resepsi pernikahan dilibas oleh Maklumat Kapolri.

Sementara, membuka Mall seperti yang tertuang dalam Perwali Nomor 31 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Kota Makassar dihadang Pemprov Sulsel.

Update berita

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bahkan dikabarkan memberikan teguran keras ke PJ Walkot Yusran Yusuf agar tak serampangan dalam mengeluarkan kebijakan ditengah pandemic covid-19.

Walikota Makassar Tak Berdaya. Kebijakan Yusran Yusuf yang membolehkan digelarnya resepsi pernikahan dan membolehkan Mall untuk buka disebut sebagai kebijakan sangat tidak populis. Sebaliknya, justru akan merugikan masyarakat.

“Kita sedang gencarnya meminta masyarakat untuk tetap dirumah saja, justru PJ Walkot membolehkan masyarakat berkumpul di luar dengan membolehkan pelaksanaan resepsi pernikahan. Keputusan ini terlalu dini, dan tidak mempertimbangkan dampaknya,” ujar Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah menuturkan, seharusnya PJ Walkot berkordinasi dengan Pemprov Sulsel dalam setiap keputusannya. Apalagi ini menyangkut keselamatan banyak orang.

Membuka ruang agar masyakat bisa menggelar resepsi pernikahan sama saja memberi ruang penyebaran covid-19.

“Fokus kita saat ini bagaimana terus menekan penyebaran covid-19 tidak semakin banyak. Harusnya kita menghargai apa yang sudah jalan sebelumnya, bagaimana pejabat sebelumnya getol melakukan itu. Mari kita menghargai pengorbanan para tim medis yang sudah bekerja keras. Mereka rela meninggalkan keluarga demi mencegah dan menyelamatkan pasien covid-19,” cetus Nurdin Abdullah.

Berita luwuraya

Hanya saja, dari catatan redaksi, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pernah menyampaikan, tanggung jawab sebagai pemerintah saat ini adalah adalah menyelamatkan usaha-usaha yang sudah hampir bangkrut maupun yang nyaris tutup.

Karenanya, Gubernur Nurdin akan memberi toleransi kepada sejumlah pertokoan. Toko yang memiliki banyak tenaga kerja di Kota Makassar untuk kembali buka jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Ini mau Lebaran, toko ditutup semua. Orang belanja dimana, makanya semua toko-toko yang punya tenaga kerja banyak. Selanjutnya akan kita buka,” kata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.(fik)

Read Previous

Gubernur Nurdin Abdullah Sebut Satu Komando, Belum Beri Izin Buka Mall

Read Next

Disdik Sulsel Siapkan Opsi Masuk Sekolah, Buat Kelas Pagi dan Siang

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *