Wanita di Luwu Kena Tikam, Diduga Gegara Tolak Cinta si Penikam

Banner

Wanita di Luwu Kena Tikam, Diduga Gegara Tolak Cinta si Penikam

Cinta ditolak, badik bicara. Seperti inilah yang dialami seorang wanita warga Kabupaten Luwu. Hanya lantaran menolak cinta Marson, seorang lelaki warga Desa Lamasi Hulu, Kecamatan Walenrang Barat yang juga terletak di Kabupaten Luwu, Wanita di Luwu Kena Tikam hingga mengalami kondisi kritis.

Meski sempat bersembunyi di rumah kerabatnya, wilayah perbatasan Luwu dan Toraja Utara, Marson akhirnya berhasil diamankan. Dari pengakuan Marson sendiri di aparat kepolisian, dirinya tega menghujamkan badik ke tubuh mantan kekasihnya tersebut karena cintanya ditolak korban.

Kominfo Luwu Harap 11 Area “Blank Spot” Dapat Terhubung Jaringan Internet

Marson juga mengakui jika penikaman terhadap korban telah direncanakan sebelumnya. Disebutkan Marson, aksi ini karena dirinya cemburu, wanita pujaan menolak cintanya karena sang wanita telah memiliki pria idaman lainnya.

“Iya, memang sudah bawa badik dari rumah,” kata Marson di Mapolsek Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Rabu 24 Juni 2020, sehari setelah dirinya berhasil diamankan.

Dari keterangan sementara yang diperoleh, Marson dengan wanita yang jadi korban penikaman sempat menjalin hubungan asmara. Hanya saja, usai lulus sekolah, Marson pergi ke kota dan menjalin hubungan jarak jauh hingga akhirnya putus.

Marson pun dikabarkan menikah dengan perempuan lain. Namun hubungan dia dengan sang istri tidak bertahan lama. Marson bercerai. Tak berapa lama, Marson pulang ke kampung halaman dan mulai mendekati korban.

Walikota Palopo Pimpin Dialog di Telluwanua, Kapolres: Ada Anggota Indisipliner, Segera Laporkan

Selama proses pendekatan, korban tidak menunjukkan respons positif. Marson pun curiga kalau teman perempuannya ini sudah memiliki kekasih, sehingga dia emosi dan berniat membunuh korban.

Beruntung korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dia mengalami luka tikaman tiga kali di tubuhnya.

Sekedar diketahui, Badik adalah sejenis pisau dengan bentuk khas yang digunakan oleh masyarakat Bugis dan Makassar sebagai senjata tajam.(red)

Banner
Redaksi
Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *