Warga Korban Banjir Kibarkan Bendera Merah Putih

 Warga Korban Banjir Kibarkan Bendera Merah Putih

Upacara


Warga Korban Banjir Kibarkan Bendera Merah Putih

Warga korban banjir bandang lumpur di lingkungan Pontaden dan Telemoyo, Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara mengibarkan bendera merah putih.

Pengibaran bendera merah putih dan penurunan bendera dalam memperingati HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi banjir bandang sungai Kula Masamba di lingkungan Pontaden Kelurahan Bone Tua.

Asjaya Monde yang juga merupakan Kasubag Teknis Penyelenggara dan Hupmas KPU Lutra bertindak sebagai inspektur Upacara. Warga Korban Banjir Kibarkan Bendera


Relawan Himakpa dari Malang yang menginisiasi kegiatan tersebut mengatakan, pengibaran bendera merah putih dan penurunan pada sore hari merupakan salah satu bentuk rasa cinta terhadap bendera merah putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lihat juga: Ucapan Selamat Dinkes Lutra Berbau Kampanye, Bawaslu: Kami Lakukan Proses Penelusuran

“Ini merupakan salah satu bentuk rasa cinta kami kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta terima kasih kepada para pejuang yang telah melahirkan Kemerdekaan pada 75 tahun yang lalu,” terang Asjaya yang akrab disapa Jaya pada awak media Selasa (18/8/2020).

Meski sebagai warga yang korban bencana banjir bandang, Asjaya terus bertekad untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami akan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan RI. Yang walaupun kami di landa banjir bandang lumpur dan melululantakkan segala aktivitas dan perekonomian tapi kami tetap akan kuat dan bangkit seperti pejuang untuk meraih Kemerdekaan. Begitu pula semangat kami warga yang terdampak korban banjir bandang, untuk semangat kuat dan bangkit,” tutur dia.

Baca juga: Data Korban Banjir Bandang Luwu Utara Bisa di Cek Secara Online

Sementara itu Camat Masamba Ajie Saputra yang dihubungi media ini menyampaikan apresiasi warga korban banjir bandang di lingkungan Pontaden dan Telemoyo yang telah mengibarkan bendera merah putih di lokasi banjir bandang. Ajie Saputra menyebut mereka kuat dan bangkit kembali seperti para pejuang 45 untuk meraih kemerdekaan.

“Terima kasih atas inisiatif dari warga korban banjir bandang. Generasi muda dan relawan Himakpa dari Malang bersama masyarakat korban banjir bandang lumpur yang sudah mengibarkan bendera merah putih di lokasi banjir bandang pada perayaan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI,” kata Camat Masamba Ajie Saputra.

Dia berharap kepada warga korban banjir bandang lumpur dan semua generasi muda di Kabupaten Luwu Utara yang dijuluki Bumi Lamaranginang, untuk terus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. Rasa cinta pada daerah dan rasa cinta pada sesama.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana Luwu Utara Diperpanjang

“Komitmen kita sebagai masyarakat dan generasi muda untuk mencintai Tanah Air. Caranya dengan mengisi kegiatan yang positif harus terus ditingkatkan dan tetap direspons oleh pemerintah,” tuturnya.

Sekadar di ketahui bahwa di lokasi banjir bandang masyarakat juga melakukan lomba-lomba dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Seperti lomba panjat pinang berhadiah dan lomba masukkan lidi dalam botol, lomba makan kerupuk, ini diinisiasi relawan Himakpa dari Malang.(bayu)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Notifikasi Berita Terbaru Dari Kami ?    OK Tidak