Warga Sulsel Percaya Corona Adalah Ancaman, Tapi Kesadaran Social Distancing Kurang

Kesadaran Sosial Distancing warga Sulawesi Selatan dinilai Kurang walaupun Sadar jika Corona adalah sebuah ancaman

Warga Sulsel Percaya Corona Adalah Ancaman, Tapi Kesadaran Social Distancing Kurang

Hanya satu persen warga Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tidak percaya jika virus Corona saat ini merupakan ancaman. 99 persen lainnya percaya virus Corona itu ancaman.

Hanya saja, angka ini berbanding terbalik dengan kesadaran warga Sulsel. Mereka seakan “Batutalinga” atas kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang segera akan diterapkan.

Hal ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis survei terkait kekhawatiran masyarakat Indonesia terhadap wabah virus Corona (COVID-19).

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak (random sampling) dan diwawancarai pada 9-12 April 2020. Margin of error survei diperkirakan +/- 2,9 persen, tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Provinsi yang menjadi zona merah pandemi virus Corona, yakni DKI, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, dan Sulsel, dilakukan oversample.

Sebelumnya diingatkan, Banyak OTG Berkeliaran di Makassar, Masyarakat Diminta WASPADA!

Total sampel di masing-masing wilayah tersebut dibuat menjadi relatif seragam 287-295 orang. Margin of error di masing-masing wilayah diperkirakan +/- 6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Pada pertanyaan terkait keyakinan bahwa virus Corona ancaman nyata, 92 persen masyarakat Indonesia Indonesia yakin virus tersebut merupakan ancaman nyata. Menurut wilayah, 99 persen persen warga Sulsel percaya virus Corona ancaman nyata. Menyusul DKI Jakarta 98 persen, Jawa Timur 96 persen, Jawa Tengah 91 persen, dan Jawa Barat 77 persen.

“Keyakinan atas bahaya COVID-19 paling rendah di Jawa Barat (77 persen),” demikian hasil survei SMRC yang dirilis Jumat, dikutip Sabtu, 18 April 2020.

Terkait kesadaran akan PSBB, 76 persen warga Indonesia sadar akan pemberlakuan PSBB yang dilakukan pemerintah. Sedangkan menurut wilayah, 89 persen warga DKI Jakarta sadar akan PSBB, menyusul di bawahnya Jawa Barat 88 persen, Banten 88 persen. Selanjutnya, Jawa Tengah 85 persen, Jawa Timur 76 persen, dan Sulawesi Selatan 56 persen.

“Awareness (kesadaran) tentang PSBB terendah di antara daerah yang dinilai merah pandemi COVID-19 adalah pada warga Sulawesi Selatan (56 persen),” begitu hasil survei SMRC.

Tanggapan Pengamat

Sebelumnya, Dekan Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabhara menyayangkan prilaku masyarakat yang kurang sadar pentingnya social distancing

Zakir Sabhara mengungkapkan, walaupun telah bekerja keras terutama para relawan melakukan penyemprotan disinfektan dan terus melakukan sosialisasi, akan sulit untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Dalam kondisi sekarang ini seharusnya Pemerintah mengambil langkah tegas. Wabah Covid-19 tidak bisa diprediksi kapan selesainya. Apalagi merujuk perkembangan sekarang, penyebarannya semakin cepat,” ungkapnya saat mengikuti konfrensi pers via Zoom Meeting bersama PMI dan perwakilan Pemkot Makassar beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, PSPB di Makassar akan dilaksanakan pada 24 April-7 Mei 2020. Sebelum memasuki tahap pelaksanaan, PSBB di Kota Makassar akan diawali tahap sosialisasi dan uji coba. Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan tahap sosialisasi PSBB Makassar dilakukan mulai hari ini, Jumat (17/4/2020), hingga Senin (20/4) mendatang.(red)

Share
Tags: Batutalinga PSBB PSBK Makassar Social Distancing SURVEI Virus Corona