Zona Merah di Sulsel Untuk Penyebaran Covid-19 Sudah Tidak Ada

 Zona Merah di Sulsel Untuk Penyebaran Covid-19 Sudah Tidak Ada

Ilustrasi, Ayo Pakai Masker


Zona Merah di Sulsel Untuk Penyebaran Covid-19 Sudah Tidak Ada

Seluruh daerah kabupaten dan Kota yang ada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan sudah tak ada lagi yang berstatus ZOna Merah. Juru bicara Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan zona merah sebelumnya berubah menjadi zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan COVID-19.

Dalam konfrensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan, Wiku mengatakan, selain Sulawesi Selatan, ada juga provinsi yang sudah tidak ada lagi risiko tinggi penularan atau zona Merah, yakni Jawa Timur.

Belajar Online Lanjut Sementara Sampai Pertengahan Bulan

Wiku Adisasmito mengatakan hal ini berdasarkan analisis data mingguan per 4 Oktober 2020. Wiku, dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, mengatakan kabupaten/kota zona merah Sulawesi Selatan dan Jawa Timur sudah berubah status menjadi zona oranye


“Dari segi zona risiko, kabupaten/kota dengan zona merah untuk Sulawesi Selatan dan juga Jawa Timur seluruhnya sudah berpindah ke zona oranye. Ini artinya tidak ada lagi zona merah pada kedua propinsi tersebut,” kata Wiku.

Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Desember

Berdasarkan analisis mingguan Satgas, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan kasus positif secara mingguan sebesar 30,1 persen per 4 Oktober 2020.

Wiku meminta seluruh provinsi meningkatkan persentase angka kesembuhan dan menurunkan tingkat penularan COVID-19 serta tingkat kematian pasien COVID-19.

Beberapa upaya yang dapat d|lakukan, kata Wiku, adalah dengan meningkatkan jumlah pemeriksaan mingguan dan meningkatkan kapasitas pelacakan serta meningkatkan kualitas perawatan pasien COVID-19.

Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Terkendala Pembebasan Lahan

Selain itu, masyarakat juga harus disiplin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan adalah modal untuk dapat menekan angka penularan,” ujar Wiku.(red)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *