Jembatan Gantung Penghubung Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Selesai

Jembatan gantung yang ada di Battang yang menghubungkan Kota Palopo dengan Toraja

Jembatan Gantung Penghubung Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Selesai

Jalur yang terputus akibat tanah Longsor yang terjadi pada wilayah Battang Barat Kota Palopo Sulawesi Selatan sekitar jam 15.00, Jum’at, 26 Juni 2020 yang lalu kini bisa kembali tersambung kembali.

Hanya saja, jalur transportasi yang menghubungkan antara Kota Palopo dan Kabupaten Toraja ini untuk sementara hanya bisa d|lalui oleh kendaraan roda dua.

Kadinkes Kota Palopo: BPJS Kesehatan Warga yang Tidak Aktif Harus Aktif Kembali

Hasil pantauan lapangan, pada sisi sebelum memasuki badan jembatan, ada sebuah jalur yang hanya cukup khusus untuk kendaraan roda dua.

“Iya Pak, jalurnya hanya bisa untuk dilalui kendaraan roda dua,” kata Salah seorang warga.

Sekedar informasi, pembangunan jembatan gantung ini sebagai salah satu akses penghubung. Yang menghubungkan antara Kota Palopo dan Kabupaten Toraja ini merupakan hasil pekerjaan oleh salah satu BUMN, yakni PT Brantas Abipraya.

Kota Tana Luwu Minta Polres Palopo Serius Tangani Kasus Intimidasi Wartawan

PPK 2.1 PJN Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Ishak Rahim mengatakan, jembatan gantung yang telah selesai terestimasi menelan anggaran kurang lebih Rp6 miliar.

Sebelumnya, Bencana alam tanah longsor terjadi di jalan poros Palopo-Toraja. Selain memutuskan jalan, bencana tanah longsor itu juga meruntuhkan sembilan rumah warga yang ada pada area lokasi longsor.

Kesembilan rumah masyarakat ikut terseret. Hingga rumah-rumah tersebut masuk kedalam jurang yang berada pada satu sisi jalan poros Palopo-Toraja Km 24 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulsel.

Masjid Se-Kota Palopo Akan Terpasang Televisi

Kepala BPBD Palopo, Anthonius Dengen yang d|konfirmasi ketika itu membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, sebanyak 9 rumah terseret longsor yang memutus jalan penghubung Kota Palopo dengan Tana Toraja itu. Tidak ada korban jiwa, karena sebelum terjadinya longsor, warga menyelamatkan diri,” kata Anthonius Dengen.(red)

Dapatkan Update Berita Pilihan Menarik
di GoogleBerita dan Whatsapp Anda
Spiritkita


Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *