PT Vale Indonesia Siapkan Strategi Shutdown
PT Vale Indonesia Siapkan Strategi Shutdown
Perusahaan tambang PT Vale Indonesia, Tbk berencana untuk mengurangi produksi. Bahkan dikabarkan akan menghentikan operasinya akibat pandemi virus Covid-19. Jika dinilai berpotensi memberi dampak besar bagi perekonomian sekitar, khususnya Sulawesi Selatan.
- Jelang PSU Palopo, Bawaslu Bentuk Tim Siber Antisipasi Kecurangan Digital
- Pj Ketua TP PKK Kota Palopo Ikut Preloved Charity & Fashion Show di Makassar
- Evaluasi BUMD, Wali Kota Makassar: Kalau Tidak Bermanfaat, Untuk Apa Dipertahankan?
- Pj Wali Kota Palopo Laporkan Kesiapan PSU ke Gubernur Sulsel
- Wali Kota Makassar Tinjau Pasar Tradisional, Tinjau Harga Pangan dan Infrastruktur
Deputy CEO PT Vale, Febriany Eddy dalam pesan tertulis di Jakarta menyatakan hal itu. Apabila dampak pandemi ini telah membahayakan kesehatan dan keselamatan pekerja, maka PT Vale telah menyiapkan skenario. Skenarionya yakni pengurangan produksi bahkan penghentian operasi. PT Vale Indonesia Siapkan Strategi Shutdown
Vale SA telah memutuskan untuk menghentikan produksi dan menerapkan mode perawatan dan pemeliharaan selama empat minggu pada bagian operasi lain di Voisey’s Bay Canada. Keputusan ini diambil sebagai bentuk antisipasi mewabahnya penyakit Covid-19 di wilayah tersebut.
Apabila keputusan tersebut diambil di Indonesia, akan mengancam hilangnya potensi APBD di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
- Presiden Lantik 961 Kepala Daerah, JFK Ucapkan Selamat untuk Luwu Raya dan Toraja
- Polres Luwu Gelar Apel Operasi Keselamatan Pallawa 2025
- Pemkot Palopo Bantah Ada Anggaran untuk Pilkada Ulang, Legislator Demokrat Sebut PSU Hanya Isu
- Panwaslu Larompong Selatan Juara 1 Kompetensi Video Pengawas Coklit
- HUT PDIP ke-52, DPC PDIP Palopo Gelar Aksi Tanam Seribu Bibit Durian
Berdasarkan data yang dihimpun, kontribusi PT Vale mencapai hampir Rp 200 miliar. Atau kisaran 15 persen untuk APBD Kabupaten, hal tersebut belum termasuk konversi pajak terhadap provinsi Sulawesi Selatan.
Selain itu, sekitar 3.000 karyawan, 7.000 kontraktor dan sebanyak 138 supplier lokal memiliki potensi terdampak dengan keputusan tersebut.
Namun PT Vale menyadari bahwa keputusan pengurangan produksi atau shutdown ini nantinya bukanlah suatu keputusan yang mudah. Pasalnya operasi PT Vale di Sorowako masih sangat berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi setempat, sehingga PT Vale mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus beroperasi dengan aman.
PT Vale sampai saat ini juga masih menjalankan operasionalnya sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71 ribu ton.
Tambang dan Smelter masih Berjalan
Meski demikian, PT Vale tetap memperhatikan kondisi aktual di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan perencanaan keberlangsungan bisnis untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap operasional bila pandemi terjadi berkepanjangan.
Sampai saat ini, PT Vale juga masih dapat menjaga agar lini produksi terutama operasi tambang dan smelter tetap berjalan dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan pekerja serta lingkungan.(fik)
