Universitas Cokroaminoto Palopo Gelar Seminar Kewirausahaan untuk Mahasiswa Wirausaha
PALOPO,SPIRITKITA – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) telah menggelar Seminar Kewirausahaan sebagai bagian dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha. Acara ini berlangsung di Aula E Kampus 1 UNCP pada Rabu, 20 September.
Seminar ini bertajuk “Siap Menjadi Wirausahawan Muda di Era Digital” dan menghadirkan Iwid Perdana, S.Pd., M.Pd., pemilik Sinar Ayadin Farm, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNCP, Suhardi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini dan mengucapkan selamat kepada 7 tim mahasiswa UNCP yang berhasil mendapatkan pendanaan usaha dari pemerintah.

“Saatnya kita menantikan lebih banyak lagi kelompok mahasiswa yang menerima pendanaan usaha dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Suhardi.
Karmila, S.Pd., M.Pd., Direktur Kemahasiswaan UNCP, menyampaikan bahwa UNCP telah masuk dalam 4 besar di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 9 Sultanbatara, dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Luwu Raya yang berhasil meloloskan tim mahasiswa dalam Program Peningkatan Produktivitas Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Dari 7 kelompok mahasiswa yang berhasil lolos, mereka berasal dari berbagai bidang seperti industri kreatif, seni, budaya, pariwisata, budidaya, jasa, perdagangan, makanan, dan minuman.
Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari pendampingan P2MW UNCP yang ditujukan untuk 7 kelompok mahasiswa tersebut serta seluruh mahasiswa UNCP. Tujuannya adalah memberikan pemahaman dan motivasi terkait berwirausaha.
Iwid Perdana, sebagai narasumber, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi turut memengaruhi cara berwirausaha. Kunci keberhasilan berwirausaha di era digital adalah terus berinovasi dan menjaga etika bisnis yang baik.

Beberapa tips sukses berwirausaha yang dibagikan termasuk memahami audiens, menampilkan testimoni pelanggan, memanfaatkan teknologi seluler, dan mengikuti tren pemasaran terbaru.
Pengusaha baru juga harus memiliki strategi pengembangan usaha, termasuk meningkatkan kualitas produk, menyesuaikan skema harga, mengikuti perkembangan tren, dan mengelola keuangan dengan bijak.
Saat ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkomitmen untuk mendukung pengembangan kewirausahaan nasional sesuai dengan Peraturan Presiden No. 2 tahun 2022. Hal ini mencakup berbagai kegiatan pendanaan seperti P2MW, PKM Kewirausahaan, dan Wirausaha Merdeka, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% pada tahun 2024.(*)
