Puskesmas Wara Kota Palopo Tutup Sementara, Pelayanan Kembali Mulai 31 Oktober

 Puskesmas Wara Kota Palopo Tutup Sementara, Pelayanan Kembali Mulai 31 Oktober

Peta Penyebaran Zonasi (Ilustrasi)


Puskesmas Wara Kota Palopo Tutup Sementara, Pelayanan Kembali Mulai 31 Oktober Mendatang

Puskesmas Wara Kota Palopo untuk sementara tutup. Penutupan ini mulai hari Sabtu, 24 Oktober hingga tanggal 27 Oktober 2020. Sementara untuk pelayanan kembali akan buka pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020.

Kepala Puskesmas Wara, Tenrigau Nursim, SKM dalam lembar pengumumam menyarankan bagi pasien yang ingin berobat untuk sementara diarahkan ke puskesmas lain yang terdekat.

Informasi yang beredar, Penutupan sementara puskesmas Wara tersebut karena adanya tenaga kesehatan yang bertugas positif terpapar virus Corona.


Kepada Dinas Kesehatan, Taufik yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Taufik menyebut, ada 11 orang tenaga kesehatan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) itu positif terpapar Covid-19.

“Baru hari ini kita terima hasil pemeriksaannya,” kata Taufik.

Pemprov Sulsel Siapkan Antisipasi Penularan Covid-19 Jelang Cuti Bersama

Sebelumnya, telah terpublish, Kota Palopo menjadi satu-satunya daerah yang memiliki penyebaran virus dengan Risiko Tinggi atau Zona merah untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, tiga daerah lainnya yakni, Bone, Takalar dan Sidrap telah masuk pada daerah Risiko Rendah atau Zona Kuning. Dan Kabupaten/Kota Lainnya masuk dalam daerah Risiko Sedang atau Zona Orange penyebaran Covid-19.

Pada awal bulan Oktober, Pemprov Sulawesi Selatan telah mengklaim zona Merah pada 24 kabupaten/Kota sudah tidak ada.

Terkait hal ini, Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin, mengungkapkan, untuk pemetaan zona resiko penyebaran Covid-19 memang sifatnya dinamis. Penentuan wilayah mempertimbangkan berbagai indikator, salah satunya melihat perkembangan angka Rt tiap daerah.

“Adapun Perubahan peta risiko berdasarkan zonasi itu sangat dinamis berdasarkan indikator epidemiologi, sistem layanan kesehatan dan surveilans,” ungkap Prof Ridwan.(ish)

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *