Jokowi Warning Terkait Pembukaan Daerah New Normal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi warning terkait pembukaan sebuah daerah menuju New Normal, sebuah tatanan baru masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 harus melalui tahapan-tahapan yang ketat dan hati-hati.

”Jangan sampai ada kesalahan kita memutuskan sehingga terjadi kenaikan kasus di sebuah daerah karena tahapan-tahapan tidak kita kerjakan secara baik,” tutur Presiden saat kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Covid-19 Grha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD), Pramuka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, dikutip Kamis, 11 Juni 2020.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa arahan, sebagai berikut

Pertama, Presiden mengingatkan perlunya prakondisi yang ketat.

”Ini yang paling penting sosialisasi kepada masyarakat itu harus masif sehingga bagaimana mengenai penggunaan masker, mengenai jaga jarak, mengenai cuci tangan, mengenai jangan masuk ke kerumunan/keramaian yang terlalu padat,” imbuh Presiden.

Baca juga
136 Kabupaten Risiko Rendah Boleh New Normal, Sulsel 5 Daerah

Lebih lanjut, Presiden meminta untuk terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti, dan dijalankan dengan simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat masuk ke dalam tatanan normal baru maka kedisiplinan warga sudah betul-betul siap dan ada.

Inilah, menurut Presiden, prakondisi yang disiapkan sehingga disiplin pakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas harus terus disampaikan kepada masyarakat.

”Saya juga sudah perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin, untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan,” kata Presiden.

Read Previous

Halal Bi Halal KKL Raya Se-Indonesia, Bupati Luwu Berharap Covid-19 Cepat Berlalu

Read Next

Wilayah Skala Prioritas Pembangunan Pemkab Luwu 2021 Dikunjungi Bupati

ADS AUTO

One Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *