Luwu Timur Zona Merah dan Zona Rawan

 Luwu Timur Zona Merah dan Zona Rawan

Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama Forkopimda dalam rangka pengendalian Covid-19 dan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020


Luwu Timur Zona Merah dan Zona Rawan

Luwu Timur masuk dalam zona merah covid-19. Bukan hanya itu, Daerah yang berjuluk sebagai Bumi Batara Guru ini nyata juga sebagai zona merah atau rawan Pilkada Serentak 2020.

Ini diungkapkan sendiri Pjs. Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas saat Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama
Forkopimda dalam rangka pengendalian Covid-19 dan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020.
Dalam Rapat koordinasi yang juga hadir Ketua DPRD, H Amran Syam, Kapolres, AKBP Indratmoko, Ketua Pengadilan Negeri Malili, Khairul, Kajari, Muhammad Zubair, Sekda, H Bahri Suli, Perwakilan Perwira Penghubung, Ketua KPUD, Zainal, Perwakilan Bawaslu, Para Kepala OPD dan Camat Lingkup Pemkab Luwu Timur Jayadi Nas mengatakan hal tersebut.

“Luwu Timur masuk dalam zona merah baik Covid-19 maupun Pilkada Serentak. Untuk Covid-19, Luwu Timur peringkat kedua setelah Makassar sementara untuk Pilkada Serentak, Luwu Timur juga masuk zona rawan setelah Kabupaten Bulukumba,” papar Jayadi Nas.


Jangan Terprovokasi dari Media Sosial, Pjs Lutim Ingatkan Warga

Meski Begitu, kata Jayadi, dengan koordinasi, sinergi dan komitmen semua pihak dalam mengawal kedua permasalahan ini, tentu hal ini akan
mampu kita tangani bersama.

Intinya seluruh tahapan Pilkada harus mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaannnya.

Pjs Bupati Luwu Timur Siapkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Terkait tingkat kerawanan Pilkada, Jayadi Nas menekankan pentingnya menjaga situasi dan kondisi daerah yang kondusif.

“Pantau semua informasi yang mengarah pada SARA, Hoax dan informasi menyesatkan lainnya. Saya harapkan dukungan pihak keamanan untuk memantau media sosial utamanya saat kampanye. Waspadai semua informasi yang mengarah pada isu SARA, hoax dan informasi menyesatkan lainnya,” ujar Jayadi.

“Beberapa hari kedepan saya mengajak Forkopimda untuk kita datangi kedua calon peserta Pilkada agar mereka tetap melaksanakan Pilkada yang aman dan damai. Kalo bisa pada alat peraganya, juga ada himbauan untuk menerapkan Protokol Kesehatan” tambah Jayadi Nas.

Usai melaksankan Rakor, lanjut lagi dengan rakor virtual yang bersama Menkopolhukam, Mahfud MD dalam mengevaluasi pelaksanaan Pilkada serentak utamanya tahapan kampanye pasangan calon yang sudah lebih taat dalam menerapkan protokol kesehatan.(red)

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *