PGRI Apresiasi Pemerintah, Cabut Kluster Pendidikan di RUU Cipta Karya dan Terbitkan Perpres 98/2020

 PGRI Apresiasi Pemerintah, Cabut Kluster Pendidikan di RUU Cipta Karya dan Terbitkan Perpres 98/2020

Ilustrasi


PGRI Apresiasi Pemerintah, Cabut Kluster Pendidikan pada RUU Cipta Karya dan Terbitkan Perpres 98/2020

Penantian panjang kejelasan nasib honorer akhirnya berujung. Presiden Joko Widodo akhirnya menandatangani Perpres nomor 98 tahun 2020. Dalam perpres ini, mengatur tentang Gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi memberi apresiasi kepada pemerintah terhadap nasib honorer, termasuk guru honorer.

“Secara kelembagaan, PGRI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Setelah bidang pendidikan resmi keluarkan dari RUU Cipta Kerja, Perpres No 98 tahun 2020 mengatur tentang Gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan PPPK cukup memberi angin sejuk,” ungkap Unifah.


Mendagri Ingatkan Pjs Bupati Wajib Netral

Sekedar ketahui, dengan terbitnya perpres 98/2020 ini, 34.959 guru honorer yang lolos seleksi PPPK pada tahun 2019 akan menyandang status ASN.

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengungkapkan, yang telah lolos seleksi pada tahun 2019 yang lalu akan segera mendapatkan nomor induk pegawai (NIP). Dengan demikian, segera mendapatkan hak keuangan dan tunjangan sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jalur PNS,” Syaiful Huda.

Lebih lanjut, Syaiful Huda meminta agar Pemerintah segera menggelar test untuk merekrut PPPK gelombang kedua.

Huda juga mengatakan, skema pengangkatan PPPK merupakan solusi terbaik dalam pengangkatan honorer menjadi ASN. Secara otomatis akan memperbaiki nasib para guru honorer yang selama ini gajinya jauh memenuhi standar upah.

“Dengan adanya Perpres 98/2020, 51 ribu tenaga honorer termasuk 34.959 guru honorer yang lolos seleksi PPPK tahun 2019 menjadi jelas,” ujar Syaiful Huda.

Perpres 98/2020 Terbit, Honorer Terangkat Sebagai ASN

Kata Huda, ada 438.530 tenaga honorer yang bergaji dengan standar berbeda-beda. Dari jumlah tersebut 157.210 atau 35,84% antaranya adalah para guru honorer. Dengan kondisi seadanya mereka harus mengabdi kepada negara mendidik para siswa di seluruh pelosok Indonesia.(red)

4 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *